Jelang Perdagangan Elektronik ASEAN, Mampukah UMKM Bersaing?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah tengah berupaya pengesahan Asean Agreement on Electronic Commerce (Persetujuan Asean tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik). Namun, di sisi lain, masih banyak UMKM di Indonesia yang belum melek digital.

Anggota Komisi VI DPR RI asal Fraksi Gerindra Andre Rosiade menyoroti rendahnya keterlibatan pelaku UMKM domestik dalam ekosistem digital di era globalisasi.

Per Mei 2021, jumlah UMKM yang sudah go online baru mencapai 13,7 juta sebagaimana dilaporkan oleh Indonesian E-Commerce Association (idEA).

"Jumlah (UMKM go online) itu hanya sekitar 21 persen dari total UMKM yang ada di tanah air," ujar dia dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (23/8/2021).

Padahal, kata Andre, perdagangan melalui sistem elektronik memiliki potensi ekonomi yang besar di kawasan Asia Tenggara atau Asean kedepannya. Sehingga, peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung proses pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

"Di mana saat ini, kontribusinya (e-commerce) terhadap GDP Asean mencapai 7 persen dari total gdp," tegasnya.

Oleh karena itu, dia berharap, pemerintah dapat memenuhi target sebanyak 30 juta pelaku UMKM go-online pada 2024 mendatang. Mengingat, tingginya peluang meraup cuan melalui pemasaran berbagai produk UMKM Indonesia di berbagai platform digital pasar Asean.

"Adapun strateginya, dengan menerapkan strategi proaktif dallam mendorong pelaku UMKM masuk ke ekosistem digital," tutupnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

30 Juta UMKM

Salah satu kerajinan tas anyam dari Kabupaten Sintang. (dok. kabupatenlestari.org)
Salah satu kerajinan tas anyam dari Kabupaten Sintang. (dok. kabupatenlestari.org)

Sebelumnya, Pemerintah menargetkan sebanyak sebanyak 30 juta UMKM masuk dalam ekosistem digital pada 2023 mendatang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Odo R.M. Manuhutu.

"Harapannya hingga 2023 nanti, UMKM bisa on boarding ke ekosistem digital," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (3/6).

Odo menjelaskan, dengan mendorong sebanyak mungkin UMKM ke dalam ekosistem digital tersebut untuk meningkatkan pembelian ataupun penjualan produk-produk milik anak bangsa.

Menyusul adanya kemudahan akses pembelian maupun jangkauan pasar yang lebih luas berkat pemanfaatan sistem digital.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel