Jelang Pernikahan, Malah Datang Lamaran Baru dan Mantan yang Mendekat

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Persiapan pernikahan seringkali dipenuhi drama. Ada bahagia, tapi tak jarang juga ada air mata. Perjalanan menuju hari H pun kerap diwarnai perasaan campur aduk. Setiap persiapan menuju pernikahan pun selalu punya warna-warninya sendiri, seperti kisah Sahabat Fimela dalam Lomba Share Your Stories Bridezilla: Perjalanan untuk Mendapat Status Sah ini.

***

Oleh: Astuti

Keputusanku untuk menikah muda dan tanpa pacaran kala itu aku anggap sudah tepat. Dengan mantap aku menerima lamaran suamiku yang waktu itu hanya sekadar teman dan tidak begitu mengenal satu sama lain. Aku menerimanya karena dia pria yang berani datang pada orang tuaku setelah aku ceritakan semua kondisi dan konsekuensi bila dia memilihku menjadi pendamping hidupnya.

Oke bismillah, aku mengajukan syarat bila dia menerimaku dia juga harus menerima keluargaku. Aku adalah anak tunggal dari seorang single mom, jadi one day jika ibuku sudah tua apakah dia bersedia aku ajak merawat beliau. Aku hanya minta itu. Dan alhamdulillah dia menyetujui syaratku.

Tanggal pernikahan pun ditentukan 6 bulan setelah lamaran. Kebetulan calon suamiku bekerja di luar kota. Dan aku masih bekerja di kampung. Masa-masa penantian ini kami gunakan untuk mengenal satu sama lain dan menyiapkan pernikahan. Kadang kami berbalas pesan lewat sms atau telepon pagi buta menunggu gratisan, maklum waktu itu belum ada WhatsApp.

Sempat Ada Keraguan

ilustrasi./created by freepic.diller - www.freepik.com
ilustrasi./created by freepic.diller - www.freepik.com

Namanya hubungan jarak jauh pasti kadang ada cekcok sedikit, marah marahan atau cemburu-cemburuan. Godaannya memang luar biasa, setelah dilamar itu ada orang lain juga yang datang melamarku. Karena memang keluarga kami tidak woro-woro dulu sebelum waktunya sudah dekat. Jadi dikira aku masih sendiri.

Sempat ada keraguan juga apakah ini sudah benar, apakah dia orang yang tepat. Dia pun sama, ada mantan yang mendekat. Ada ada saja pokoknya. Alhamdulillah kami bisa melewatinya sampai hari H.

Dan tepat hari ini kami sudah berumah tangga selama 14 tahun dan sudah dikaruniai 3 anak perempuan. Happy aniversary, Mas. Semoga langgeng sampai ke surga, sakinah mawaddah warohmah selamanya. Amin.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel