Jelang Piala AFF 2020: Gagal Lolos ke Semifinal Dua Kali Beruntun, Buah dari Kurangnya Persiapan Timnas Indonesia

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Piala AFF 2014 jadi kisah tidak menyenangkan lainnya bagi Indonesia. Pada Piala AFF edisi ke-10, dimulai pada 22 November 2014, Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal untuk ketiga kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan di turnamen sepak bola terakbar di Asia Tenggara ini.

Secara khusus, hasil tersingkir di penyisihan grup ini jadi yang beruntun buat Indonesia karena hasil sama dicatatkan pada penyelenggaraan edisi sebelumnya (Piala AFF 2012). Padahal, Indonesia berangkat ke Hanoi, Vietnam, dengan target tertinggi: jadi juara untuk kali pertama!

Salah satu cara mewujudkan ambisi itu, PSSI melalui BTN (Badan Tim Nasional) yang kala itu dipimpin La Nyalla Mattalitti, pada medio November 2013 kembali menunjuk Alfred Riedl untuk jadi pelatih Timnas Indonesia. Alfred menggantikan posisi Jacksen F. Tiago yang diminta kembali ke Persipura Jayapura.

Kembalinya Alfred ke kursi panas pelatih Timnas Indonesia jadi yang ketiga kalinya, setelah pada momen pertama di Piala AFF 2010 (membawa Indonesia jadi runner-up). Alfred ditunjuk Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pada awal September 2012 untuk menangani Tim Garuda di Piala AFF 2012.

Namun, ketika itu Federasi Sepak Bola Indonesia itu tengah dilanda dualisme sehingga KPSI yang merupakan PSSI versi KLB Ancol pimpinan La Nyalla Mattalitti, tidak bisa mengirimkan skuat ke Piala AFF 2012 karena AFF memutuskan tim versi PSSI yang dilatih Nilmaizar, yang berhak jadi peserta. Alhasil, Alfred Riedl batal mendampingi tim di Piala AFF 2012.

Kembalinya Alfred Riedl Saja Tak Cukup

Bek Timnas Indonesia, M. Roby, berusaha menghadang laju pemain Vietnam di penyisihan Grup A Piala AFF 2014. (AFP/STR)
Bek Timnas Indonesia, M. Roby, berusaha menghadang laju pemain Vietnam di penyisihan Grup A Piala AFF 2014. (AFP/STR)

Selang setahun kemudian, pelatih asal Austria itu kembali ke Indonesia untuk mempersiapkan tim di Piala AFF 2014. Meski kesepakatan dengan BTN terjalin sejak November 2013, setelah pertandingan melawan Arab Saudi di kualifikasi Piala Asia 2015 (5/3/2014), Alfred Riedl tetap tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan timnas di Piala AFF 2014.

Jadwal kompetisi yang padat serta adanya momen kampanye jelang Pemilihan Umum Presiden, membuat tim pelatih timnas kesulitan menyusun jadwal pemusatan latihan.

Imbasnya, seluruh pemain baru bisa berkumpul satu pekan jelang keberangkatan ke Hanoi atau tiga hari sebelum kick-off penyisihan Grup A yang dihuni Indonesia bersama Filipina, Laos, dan tim tuan rumah Vietnam. Hal itu dikarenakan kompetisi reguler baru berakhir pada 7 November 2014.

Minimnya waktu berlatih bersama dalam pemusatan latihan jadi salah satu faktor utama kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2014. Satu lagi adalah buruknya kondisi fisik dan stamina (kebugaran) pemain untuk bermain dalam turnamen dengan jadwal ketat seperti Piala AFF. Hal itu karena pemain sudah bertarung habis-habisan bersama klub masing-masing dan tidak memiliki waktu jeda ideal.

Dengan stamina tidak mendukung, Alfred Riedl mengaku kesulitan menerapkan strategi permainan yang diinginkannya. Alih-alih memainkan permainan bola-bola pendek, timnas jadi memainkan umpan-umpan lambung karena strategi awal tidak berjalan baik lantaran stamina pemain yang tidak bugar.

Daftar Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2014

Laga Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2014 (Foto: Facebook AFF)
Laga Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2014 (Foto: Facebook AFF)
  • Kiper: Kurnia Meiga, I Made Wirawan, Dian Agus Prasetyo

  • Belakang: Zulkifli Syukur, Victor Igbonefo, Achmad Jufriyanto, M. Roby, Supardi Nasir, Fachrudin Wahyudi Aryanto

  • Tengah: Ramdani Lestaluhu, Evan Dimas, Raphael Maitimo, Rizky Pora, Imanuel Wanggai, Firman Utina, Zulham Zamrun, M. Ridwan, Hariono, Manahati Lestusen

  • Depan: Boaz Solossa, Cristian Gonzales, Samsul Arif, Sergio van Dijk

Perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2014

Para pemain Timnas Indonesia hanya bisa melihat selebrasi yang dilakukan pemain Filipina usai menjebol gawang Indonesia di penyisihan Grup A Piala AFF 2014. (AFP/Hoang Dinh Nam)
Para pemain Timnas Indonesia hanya bisa melihat selebrasi yang dilakukan pemain Filipina usai menjebol gawang Indonesia di penyisihan Grup A Piala AFF 2014. (AFP/Hoang Dinh Nam)

Penyisihan Grup A

22 November 2014

  • Vietnam vs Indonesia 2-2 (Que Ngoc Hai 11', Le Cong Vinh 68'; Zulham Zamrun 33', Samsul Arif 84')

25 November 2014

  • Filipina vs Indonesia 4-0 (Philip Younghusband 16' (p), Manuel Ott 52', Martin Steuble 68', Rob Gier 79')

28 November 2014

  • Indonesia Vs Laos 5-1 (Evan Dimas 8', Ramdani Lestaluhu 20', 50', Zulham Zamrun 82', Souksavanh 89 (go); Satavutthi 28')

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel