Jelang Piala AFF 2020: Mengenang Kegagalan Timnas Indonesia usai Dihajar Malaysia pada 2010, Ada Match Fixing?

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Euforia dan misteri. Dua kata itu tampaknya tepat untuk menggambarkan kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF 2010. Berstatus sebagai salah satu tuan rumah, bersama Vietnam, Indonesia dilanda demam luar biasa terhadap Tim Merah-Putih.

Euforia dan asa masyarakat Indonesia meninggi setelah melihat racikan Alfred Riedl di laga awal penyisihan Grup A begitu menjanjikan. Bagaimana tidak, bila Indonesia langsung menghempaskan busuh bebuyutan, Malaysia, dengan skor telak 5-1 di pertandingan pertama penyisihan grup.

Akan tetapi, misteri ikut tersingkap tatkala Timnas Indonesia ganti dihajar pada final.

Datang dengan motivasi dan semangat tinggi, Indonesia di luar dugaan dikalahkan Malaysia dengan skor 0-3 di leg pertama yang dimainkan di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 26 Desember 2010. Tiga gol seluruhnya tercipta di babak kedua lewat Safee Sali (dua gol) dan Ashaari Shamsuddin.

Sejumlah insiden terjadi di leg pertama itu. Semisal protes yang dilancarkan para pemain Indonesia pada menit ke-53 dengan meninggalkan lapangan akibat adanya sinar laser dari penonton yang diarahkan ke kiper Markus Horison. Kabarnya, hal itu sebagai pembalasan karena saat pertemuan di penyisihan grup, ditengarai suporter Indonesia melakukan hal sama terhadap kiper Malaysia, Mohd Sharbinee.

Indonesia pun memikul beban berat di leg kedua, 29 Desember 2010, karena harus mencetak lebih dari tiga gol agar bisa menyamakan skor dan untuk jadi juara, harus lebih banyak gol lagi yang diciptakan serta menjaga gawang agar tidak kebobolan.

Dengan dukungan puluhan ribu suporter setia di Stadion GBK, perjuangan yang dilakukan Tim Merah-Putih mencapai garis akhir. Timnas Indonesia menang 2-1 lewat gol Nasuha dan M. Ridwan, namun tetap gagal merengkuh gelar juara karena kalah agregat gol 2-4.

Benarkah Pengaturan Skor?

Mantan Pemain Timnas, Ponaryo Astaman, Maman Abdurahman dan Manajer Timnas, Andi Darussalam, saat jumpa pers di Jakarta, kamis (20/12). Para pemain tersebut membantah terlibat pengaturan skor di Piala AFF 2010. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Mantan Pemain Timnas, Ponaryo Astaman, Maman Abdurahman dan Manajer Timnas, Andi Darussalam, saat jumpa pers di Jakarta, kamis (20/12). Para pemain tersebut membantah terlibat pengaturan skor di Piala AFF 2010. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Banyak kalangan menilai bila saja penalti Firman Utina pada menit ke-18 sukses jadi gol, hasil pertandingan kala itu akan berbeda. Alih-alih menjebol gawang lawan terlebih dulu, Malaysia justru lebih dulu membobol gawang Indonesia lewat Safee Sali pada babak pertama. Sementara dua gol Indonesia tercipta di babak kedua.

Penyesalan dan luapan ketidakpuasan bermunculan di kalangan pencinta sepak bola Indonesia. Terlebih, setelah muncul dugaan adanya "permainan" yang dilakukan petinggi PSSI yang membuat Tim Merah-Putih kalah telak 0-3 pada leg pertama.

Rumor tidak sedap yang perihal partai final yang diwarnai adanya bandar judi besar dan para petinggi PSSI ada di balik hal itu, berembus kencang. Keberadaan beberapa oknum petinggi PSSI yang berada di ruang ganti pemain saat pertandingan dikabarkan jadi salah satu bukti hal itu.

Selain itu, penampilan sejumlah pemain yang di partai final tidak seperti biasanya, membuat isu semakin santer terdengar. Beberapa pemain ditengarai sudah dibeli untuk membuat Tim Merah-Putih kalah.

Belum lagi, adanya surat kaleng yang dikirimkan dengan identitas Eli Cohen kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Surat itu membeberkan adanya dugaan suap di partai final Piala AFF 2010 itu serta meminta Presiden SBY menyelidiki dugaan itu.

Hanya, sampai sekarang, apa yang sebenarnya terjadi pada partai final enam tahun lalu itu masih jadi misteri. Tidak ada penyelidikan yang dilakukan dan pencinta Tim Garuda harus puas dengan jawaban bila timnas kesayangan memang kalah kualitas dan permainan dari Timnas Malaysia.

Data-Fakta

Penyerang Malaysia, Safee Sali, berusaha melewati kapten Timnas Indonesia, Firman Utina, pada final leg pertama Piala AFF 2010. (AFP/Kamarul Akhir)
Penyerang Malaysia, Safee Sali, berusaha melewati kapten Timnas Indonesia, Firman Utina, pada final leg pertama Piala AFF 2010. (AFP/Kamarul Akhir)

Daftar Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2010

  • Kiper: Markus Horison, Ferry Rotinsulu, Kurnia Meiga

  • Belakang: M. Nasuha, Zulkifli Syukur, Maman Abdurrahman, Beny Wahyudi, M. Roby, M. Ridwan, Hamka Hamzah, Yesaya Desnam

  • Tengah: Tony Sucipto, Eka Ramdani, Oktovianus Maniani, Arif Suyono, Firman Utina, Ahmad Bustomi

  • Depan: Cristian Gonzales, Johan Juansyah, Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas, Yongki Aribowo

Penyisihan Grup A

  • 1 Desember 2010

Indonesia Vs Malaysia 5-1 (Asraruddin Putra Omar 22' (og), Cristian Gonzales 33', M. Ridwan 52', Arif Suyono 76', Irfan Bachdim 94'; Norshahrul Idlan Talaha 18')

  • 4 Desember 2010

Laos Vs Indonesia 0-6 (Firman Utina 26' (p), M Ridwan 33', Irfan Bachdim 63', Arif Suyono 77', Okto Maniani 82')

  • 7 Desember 2010

Indonesia Vs Thailand 2-1 (Bambang Pamungkas 82' (p), 91' (p); Suree Sukha 69')

Semifinal

  • 16 Desember 2010 (leg pertama)

Filipina Vs Indonesia 0-1 (Cristian Gonzales 32')

  • 19 Desember 2010 (leg kedua)

Indonesia Vs Filipina 1-0 (Cristian Gonzales 43')

Final

  • 26 Desember 2010 (leg pertama)

Malaysia vs Indonesia 3-0 (Safee Sali 61', 73', Ashaari Shamsuddin 68')

  • 29 Desember 2010 (leg kedua)

Indonesia vs Malaysia 2-1 (M. Nasuha 73', M. Ridwan 87'; Safee Sali 54')

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel