Jelang Piala AFF 2020: Rapor Pemain Timnas Indonesia Setelah Gulung Myanmar

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Antalya - Timnas Indonesia sukses menggulung Myanmar dengan skor 4-1 pada laga uji coba di Emirhan Sport Center Stadium, Antalya, Kamis (25/11/2021) malam WIB.

Dominasi Timnas Indonesia sudah terlihat sejak menit awal. Baru lima menit pertandingan berjalan, Ricky Kambuaya sudah merobek gawang Myanmar. Umpan lambung Ezra Walian berhasil ditanduknya sambil menjatuhkan badan.

Tujuh menit berselang, giliran Irfan Jaya yang mencetak gol. Umpan cantik dari Alfranda Dewangga membuat Irfan berhadapan dengan kiper Myanmar. Dengan dingin dia mengarahkan bola ke sudut gawang.

Witan Sulaeman menambah keunggulan Timnas Garuda pada menit ke-33, setelah menang sprint dengan bek Myanmar. Skor 3-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua, Timnas Indoensia tak mengubah komposisi pemain. Pelatih Shin Tae-yong seperti ingin melihat lebih lama starting elevennya pada laga ini. Pada menit ke-55, gol keempat lahir kali ini lewat eksekusi penalti Ezra Walian.

Masuk menit ke-73, Timnas Myanmar memperkecil skor lewat tandukan Hlaing Bo Bo. Skor 4-1 untuk kemenangan Timnas Indonesia bertahan hingga laga usai.

Melihat permainan impresif Timnas Indonesia, Bola.com memberikan rapor apik. Berikut ini adalah rincian rapor pemain Timnas Indonesia saat menekuk Myanmar.

Kiper

Kiper Timnas Indonesia, Muhammad Riyandi, saat sesi latihan di Stadion Madya, Jakarta, Selasa, (18/2/2020). Untuk meningkatkan performa kiper, Shin Tae-yong menambah porsi waktu latihan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Kiper Timnas Indonesia, Muhammad Riyandi, saat sesi latihan di Stadion Madya, Jakarta, Selasa, (18/2/2020). Untuk meningkatkan performa kiper, Shin Tae-yong menambah porsi waktu latihan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

M. Riyandi: 7

Bisa dibilang kerja Riyandi agak ringan di laga ini. Sayangnya, pada menit ke-73, gawang Timnas Indonesia kebobolan. Namun, itu bukan sepenuhnya kesalahan kiper, karena tak ada yang mengawal Hlain Bo Bo di dalam kotak penalti.

Lini Belakang

Bek Timnas Indonesia, Fachrudin Aryanto, menggiring bola saat melawan Islandia pada laga persahabatan di SUGBK, Jakarta, Minggu (14/1/2018). Timnas Indonesia kalah 1-4 dari Islandia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Bek Timnas Indonesia, Fachrudin Aryanto, menggiring bola saat melawan Islandia pada laga persahabatan di SUGBK, Jakarta, Minggu (14/1/2018). Timnas Indonesia kalah 1-4 dari Islandia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Asnawi Mangkualam: 7

Bek kanan andalan Shin Tae-yong ini tampil tidak seperti biasanya. Asnawi lebih disiplin di belakang. Sangat jarang dia membantu serangan. Padahal pada laga-laga sebelumnya, Asnawi aktif membantu serangan. Kondisinya seperti kurang fit. Terbukti pada menit ke-78, dia mengami kram dan ditarik keluar.

Alfreanda Dewangga: 7,5

Bek asal PSIS Semarang itu tak hanya disiplin di lini pertahanan. Dia juga berkontribusi memberikan assist untuk gol kedua Timnas Indonesia yang dicetak Irfan Jaya.

Fachrudin Aryanto: 7

Jadi satu-satunya pemain senior pada laga ini. Fachrudin langsung padu dengan stoper muda Alfreanda Dewangga. Namun dia juga tak banyak dapat tekanan, karena serangan Myanmar terlalu mudah dihentikan.

Pratama Arhan: 7

Pada laga ini Arhan tampil disiplin. Hampir sama seperti Asnawi. Dia tak banyak maju kedepan.

Lini Tengah

Evan Dimas mencetak gol pertama Timnas Indonesia ke gawang Chinese Taipei dalam leg pertama babak Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Chang Arena, Buriram, Kamis (7/10/2021). (PSSI).
Evan Dimas mencetak gol pertama Timnas Indonesia ke gawang Chinese Taipei dalam leg pertama babak Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Chang Arena, Buriram, Kamis (7/10/2021). (PSSI).

Ricky Kambuaya: 8

Gelandang dengan mobilitas tinggi. Dia mencetak gol pertama Timnas Indonesia pada menit ke-5. Pergerakannya sulit dibaca lawan. Meski bermain sebagai gelandang, beberapa kali tiba-tiba dia sudah berada di kotak penalti lawan.

Evan Dimas: 7

Permainan Evan lebih efektif. Dia tak lagi banyak memainkan bola. Gelandang asal Bhayangkara FC itu kini lebih cepat mengalirkan bola. Serangan Timnas Indonesia banyak bermula dari kakinya.

Rachmat Irianto: 7

Gelandang pekerja keras Timnas Indonesia ini tampil lumayan pada babak pertama. Tapi dia terlalu banyak berduel dengan lawan, sehingga fisiknya mulai turun dan diganti pada babak kedua.

Lini Depan

Gol-gol Indonesia disarangkan oleh Ricky Kambuaya, Irfan Jaya, Witan Sulaeman dan Ezra Walian. Sementara Myanmar hanya mampu memperkecil skor melalui Maung Maung Win. (Dokumantasi PSSI)
Gol-gol Indonesia disarangkan oleh Ricky Kambuaya, Irfan Jaya, Witan Sulaeman dan Ezra Walian. Sementara Myanmar hanya mampu memperkecil skor melalui Maung Maung Win. (Dokumantasi PSSI)

Witan Sulaeman: 7,5

Dia sempat merepotkan sektor kiri pertahanan Myanmar. Puncaknya, Witan menyumbangkan gol ketiga Timnas Indonesia pada menit ke-33.

Ezra Walian: 8

Pada laga ini, Ezra sebenarnya turun sebagai targetman. Namun di lapangan beberapa kali dia main melebar. Crossing pertamanya bisa membuahkan gol yang dicetak Ricky Kambuaya. Pad amenit ke-55, giliran dia yang menyumbangkan gol lewat eksekusi penalti.

Irfan Jaya: 7,5

Insting golnya tetap tinggi meski turun sebagai sayap kiri. Irfan menyumbangkan gol kedua untuk Timnas Indonesia menit 12. Akselerasinya beberapa kali merepotkan pertahanan Myanmar.

Pemain Pengganti

Gol kedua Timnas Indonesia tak lepas dari peran yang diberikan oleh Neymar dari Arema yaitu julukan bagi Kushedya Hari Yudo. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Gol kedua Timnas Indonesia tak lepas dari peran yang diberikan oleh Neymar dari Arema yaitu julukan bagi Kushedya Hari Yudo. (Foto: Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Kushedya Hari Yudo: 6

Turun di pertengahan babak kedua, Yudo seperti belum panas di laga ini. Sempat dapat peluang didepan gawang Myanmar, tapi reaksinya kalah cepat dengan bek lawan.

Ramai Rumakiek: 6

Dia tak banyak dapat bola di laga ini. Aksinya hanya bisa dihitung dengan jari.

Kadek Agung: 6,5

Gelandang asal Bali United ini sempat memperlihatkan aksinya didepan kotak penalti Myanmar. Aksinya berbuah tendangan bebas. Tapi sayang tak bisa dimaksimalkan menjadi gol.

Ahmad Agung: 6

Dia bisa memberikan penyegaran di lini tengah. Gelandang jangkar ini lumayan membuat lini tengah stabil.

Marckho Meraudje: 6,5

Dia melanjutkan tugas Asnawi mengawal sisi kanan pertahanan Timnas Indonesia. Marckho terlihat lebih agresif naik kedepan. Sebuah peluang didapatkan di pengujung pertandingan. Tapi tembakannya masih menyamping.

Edo Febriansyah: 6

Dia tak banyak memperlihatkan aksinya ketika membela Persita Tangerang. Maklum, Edo jarang dapat bola dan melakukan akselerasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel