Jelang Piala Dunia 2022: Waduh, Pekerja Asing Diusir dari Qatar

Bola.com, Jakarta - Penginapan jadi isu hangat jelang Piala Dunia 2022 Qatar. Maklum jumlah orang yang masuk Qatar selama Piala Dunia 2022 tidak sebanding dengan jumlah fasilitas seperti hotel atau apartement.

Oleh karena itulah, pemerintah Qatar telah memerintahkan pekerja asing yang mayoritas berasal dari Asia dan Afrika harus meninggalkan bangunan tempat tinggal mereka selama ini.

Bangunan yang kosong ini nantinya diperuntukkan fans sepak bola yang datang menyaksikan Piala Dunia 2022 Qatar.

Masalahnya, menurut situs Reuters, pemerintah Qatar melakukan hal kurang elok kepada para pekerja ini. Mereka seperti diusir paksa dari tempat tinggal mereka.

Mengungsi

Al Rihla, bola resmi yang diklaim tercepat saat di udara ini akan dipakai selama Piala Dunia 2022 Qatar. (Dok. Adidas)
Al Rihla, bola resmi yang diklaim tercepat saat di udara ini akan dipakai selama Piala Dunia 2022 Qatar. (Dok. Adidas)

Masih menurut Reuters, karena kebijakan pemerintah Qatar, akibatnya para pekerja asing terpaksa mengungsi. Sebagian bahkan terpaksa tidur di aspal di luar salah satu bekas tempat tinggal mereka.

Di sebuah gedung yang menurut warga menampung 1.200 orang di distrik Al Mansoura, Doha, pihak berwenang memberitahu para warga sekitar pukul 8 malam pada Rabu (26/10/2022) bahwa mereka hanya punya waktu dua jam untuk pergi.

Para pejabat kota kembali sekitar pukul 10.30 malam waktu setempat, memaksa semua orang keluar dan mengunci gerbang. Sejumlah orang tak sempat pulang tepat waktu untuk mengambil harta benda mereka.

Bertelanjang Dada

"Kami tak tahu harus kemana," kata seorang pria kepada Reuters keesokan harinya ketika ia bersiap untuk tidur di luar untuk malam kedua dengan sekitar 10 laki-laki lainnya.

Sebagian dari mereka bertelanjang dada di tengah cuaca yang panas dan lembab di negara Teluk Arab itu.

Ia dan kebanyakan pekerja lain yang berbicara kepada Reuters, menolak memberikan nama atau informasi pribadi lain karena takut mendapat balasan dari pihak berwenang atau bos mereka.

Sudah Sesuai

Pengunjung berkumpul dekat jam hitung mundur yang menandai 30 hari dimulainya Piala Dunia Qatar 2022 di ibu kota Qatar, Doha, Kamis (20/10/2022). Penyelenggara Piala Dunia Qatar mengatakan bahwa 30.000 kamar telah tersedia untuk pengunjung Piala Dunia. (Photo by Jewel SAMAD / AFP)
Pengunjung berkumpul dekat jam hitung mundur yang menandai 30 hari dimulainya Piala Dunia Qatar 2022 di ibu kota Qatar, Doha, Kamis (20/10/2022). Penyelenggara Piala Dunia Qatar mengatakan bahwa 30.000 kamar telah tersedia untuk pengunjung Piala Dunia. (Photo by Jewel SAMAD / AFP)

Menariknya ketika diminta konfirmasi, seorang pejabat pemerintah Qatar mengatakan pengusiran itu tidak terkait dengan Piala Dunia.

"Ini sejalan dengan rencana komprehensif jangka panjang untuk mengatur ulang area Doha," ujar sumber itu.

"Semua sudah dirumahkan di akomodasi yang aman dan layak. Permintaan untuk pengosongan telah dilakukan dengan prosedur yang tepat," lanjutnya.

Menurut Reuters, pihak FIFA maupun penyelenggara Piala Dunia 2022 menolak berkomentar terkait hal ini. Mereka satu suara bahwa soal pengusiran pekerja asing ini adalah kebijakan pemerintah Qatar.

Sumber: Reuters via VOA