Jelang Piala Dunia, Karikatur Koran Prancis Sebut Timnas Qatar "Teroris"

Merdeka.com - Merdeka.com - Karikatur di koran Prancis yang menggambarkan tim sepakbola nasional Qatar sebagai teroris menuai kecaman di media sosial. Warganet menyebut karikatur itu sebagai bentuk Islamofobia dan rasisme.

Karikatur itu diterbitkan koran Le Canard Enchainé pada Oktober, yang fokus pada Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Karikatur itu menggambarkan tujuh pria dengan baju bertuliskan "Qatar" di bagian depan. Mereka seperti sedang bermain sepakbola di pasir sambil membawa golok, pistol, dan peluncur roket. Satu tokoh memakai sabuk bahan peledak. Lima tokoh memakai jubah biru dan dua orang memakai kaos dan celana hitam dengan balaclava (penutup kepala dan wajah).

Lima pria yang memakai jubah putih berada di pinggir lapangan, sedang mengamati pemain sepakbola tersebut.

"Le Chanar Enchaine menerbitkan kartun hinaan menunjukkan rasisme terang-terangan dan kebencian terhadap Islam," jelas salah satu pengguna Twitter dalam bahasa Arab, dikutip dari Aljazeera, Rabu (9/11).

"Mereka menggambarkan Qatar sebagai emirat otoriter dan tim nasionalnya sebagai teroris."

"Terbitan khusus oleh Le Canard enchaine tentang Qatar, tidak bisa dibayangkan betapa dalamnya kebencian, hinaan orang-orang Prancis terhadap Qatar, pemerintahnya, dan simbol-simbolnya. Saya heran mengapa duta besar Qatar masih berada di Paris???!!!" tulis pengguna Twitter lainnya.

Hamad Al-Kawari, menteri luar negeri dan presiden Perpustakaan Nasional Qatar, meminta Prancis untuk menunjukkan "sedikit sportivitas".

"Bahkan satire pedas diterima!!!" jelasnya di Twitter dalam bahasa Prancis.

"Tetapi Canard Enchane memutuskan untuk menggunakan kebohongan, kebencian, dan dendam untuk menyerang Qatar dan merendahkannya."

Bulan lalu, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengecam "kampanye yang belum pernah terjadi sebelumnya" kritik yang diarahkan ke negara itu menjelang Piala Dunia. [pan]