Jelang Pilkada Sukoharjo 2020, Pengusaha Konveksi dan Sablon Kebanjiran Order

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Jelang Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo, para pengusaha konveksi dan sablon kebanjiran order dari tim kampanye dan sukarelawan pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) yang bertarung dalam Pilkada Serentak 2020.

Pesanan kaus melonjak sejak pendaftaran bakal pasangan cabup-cawabup ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo pada awal September 2020.

"Peningkatan pesanan kaus selama masa kampanye pilkada hingga 70 persen. Banyak sukarelawan pasangan calon yang memesan dalam jumlah besar. Bisa ribuan kaus yang bakal dibagi-bagikan kepada pendukung saat kampanye. Saya bisa merampungkan pembuatan 8.000 potong kaus dalam dua pekan," kata seorang pengusaha konveksi dan sablon, Budiyanto, saat ditemui Solopos.com di kediamannya di Kampung Joho Kulon, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, Rabu, 11 November 2020.

Budi mengaku pesanan kaus dalam jumlah besar semakin banyak menjelang berakhirnya masa kampanye pilkada pada 5 Desember 2020 mendatang. Pesanan kaus didominasi dari para sukarelawan pasangan calon. Terkait tarif, tergantung jenis kain dan desain sablon.

"Kain cotton combed paling diminitai pemesan. Ada yang ketebalannya 30s, 24s dan 20s. Biasanya, tarif satu potong kaus Rp 55.000-Rp 65.000. Jika memesan dalam jumlah besar ada potongan diskon," ujar dia.

Budi juga melayani sablon kaus, masker hingga spanduk berbahan MMT yang dipasang di setiap posko pemenangan pasangan calon.

"Saya tak mengambil untung banyak saat memproduksi masker. Paling mengganti biaya pembelian bahan pembuat masker. Itu juga masker kampanye bergambar pasangan calon," paparnya.

Kebanjiran Order Sejak Sebulan Terakhir

Budi membandingkan dengan pesanan kaus saat pemilu presiden (Pilpres) dan pemilu legislatif (Pileg) pada 2019.

Kala itu, beberapa calon legislatif (caleg) memesan ratusan kaus yang akan dibagikan kepada masyarakat. Namun, jumlah pesanan kaus di tempat konveksi miliknya saat pemilu 2019 tak sebanyak Pilkada Sukoharjo 2020.

Kondisi serupa dialami pengusaha sablon lainnya asal Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Andi. Dia mengaku kebanjiran order sablon kaus sejak sebulan terakhir.

Order kaus tersebut berasal dari para sukarelawan pasangan calon. Mereka memakai kaus bergambar pasangan calon atau nomor urut saat kegiatan kampanye tatap muka terbatas. Andi kerap melembur hingga larut malam untuk merampungkan pesanan sablon kaus.

Simak berita Solopos.com lainnya di sini.

Saksikan video pilihan di bawah ini: