Jelang Puasa, Harga Sembako Melonjak

Liputan6.com, Mandailing Natal: Menjelang bulan puasa, harga sejumlah bahan pokok alias sembako di berbagai daerah melonjak. Kenaikan yang cukup tinggi terjadi di sejumlah pasar tradisional, terutama pada komoditas cabai.

Di Pusat Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatra Utara, misalnya. Harga telur ayam yang awalnya Rp 24 ribu per papan kini naik menjadi Rp 28 ribu. Minyak goreng curah juga naik Rp 2.000 per kilogram dari harga sebelumnya sebesar Rp 10 ribu. Harga gula pasir yang sebelumnya kurang dari Rp 11 ribu, sekarang naik Rp 13 ribu per kilogram.

Untuk jenis cabai merah, kenaikan harga terjadi karena kegagalan panen yang melanda sejumlah petani, sehingga pasokannya diperoleh dari luar daerah. Di Depok, Jawa Barat, kenaikan tertinggi juga terjadi pada cabai merah yang mencapai Rp 25 ribu, dari harga sebelumnya Rp 15 ribu per kilogram.

Harga kebutuhan lainnya, seperti bawang merah, bawang putih, dan telur ayam juga naik antara Rp 2.000 hingga Rp 5.000. Harga ayam potong yang biasa dijual Rp 14 ribu per kilogram kini menjadi Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilonya. Kenaikan harga ini membuat para pembeli dan pedagang mengeluh.

Kenaikan harga kebutuhan pokok dan sayur mayur juga terjadi di pasar tradisional Majene, Sulawesi Barat. Harga rata-rata naik dari 30 persen hingga 90 persen sejak dua hari terakhir. Lonjakan harga tertinggi terjadi pada komoditas cabai yang dijual Rp 38 ribu per kilogram. Padahal, harga cabai sebelumnya hanya Rp 21 ribu. Kenaikan harga ini selain karena permintaan meningkat menjelang puasa juga karena keterbatasan pasokan dari sejumlah daerah penyangga.(RZK/ULF)