Jelang Puncak KTT G20, Satpol PP Bali Bersihkan Baliho Iklan Rokok

Merdeka.com - Merdeka.com - Petugas Satpol PP Bali mulai membersihkan baliho iklan rokok di sejumlah tempat yang akan menjadi lokasi KTT G20. Kawasan itu diharapkan sudah bersih dari sarana promosi rokok saat konferensi negara-negara maju itu digelar.

"Sebenarnya itu (dilakukan) pelan-pelan. Tapi sudah berlangsung sejak bulan lalu. Iklan-iklan, baliho, termasuk billboard yang tidak sesuai dengan ketentuan yang kita bongkar, termasuk iklan rokok. Seruan itu juga kita sampaikan ke kabupaten dan kota," kata Kepala Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi saat dihubungi, Jumat (23/9).

Ia menyebutkan bahwa daerah yang sudah melaksanakan pembatasan reklame atau baliho yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Klungkung.

"Yang lain masih belum, karena itu kan harus dibuatkan aturan, bahwa tidak boleh iklan rokok, itu kan harus ada aturan sendiri," katanya.

"Tapi, kita serukan (jangan pasang iklan rokok) walupun aturan belum ada di daerah. Tapi, kan ada ketentuan juga secara peraturan pemerintah dan Undang-undang kesehatan, membatasi iklan rokok di luar ruangan," sambungnya.

Pembatasan Bukan Hanya karena G20

Ia menyebutkan bahwa sebenarnya masih boleh memajang iklan rokok, tapi ada pembatasan, bukan pelarangan. Namun, menurutnya, pembatasan tersebut bukan hanya saja dilakukan karena ada KTT G20 namun sebelum-sebelumnya sudah dilakukan.

"Sementara masih boleh, cuma karena belum dibuatkan regulasinya di daerah tentu Satpol PP tidak bisa semena-mena melakukan pembongkaran, harus dibuatkan dulu regulasinya di daerah. Aturan tersendiri di daerah-daerah, kalaupun di aturan pemerintah ada pembatasan, bukan pelarangan. Pembatasan iklan rokok di luar ruangan," katanya.

"Kebetulan saja ini ada G20. Sekalipun tidak ada G20, kita juga sudah terapkan sejalan dengan apa yang menjadi harapan G20. Makanya jalan-jalan menuju ke Nusa Dua, ke beberapa obyek akan dilintasi oleh delegasi dan objek-objek yang ditetapkan menjadi target kunjungan oleh delegasi (G20) kita sudah laksanakan," jelasnya.

Ia juga menyebutkan iklan rokok atau lainnya yang tidak sesuai ketentuan di ruas-ruas jalan dan Destinasi Tempat Wisata (DTW) yang akan dilintasi dan dikunjungi delegasi G20, akan dibongkar.

"DTW- DTW yang menjadi obyek delegasi. Tetapi, kita harapkan untuk di tempat-tempat lain di ruas-ruas jalan lain untuk dibantu dikurangi atau dibatasi. Hal-hal yang menyangkut ada pembatasan billboard, reklame iklan dan baliho kalau tidak sesuai ketentuan kita minta ditertibkan karena itu bagian daripada gangguan merusak pemandangan," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, dengan adanya KTT G20, pihaknya berharap menunjukkan wajah Bali yang asri di sepanjang jalan atau ruas jalan terutama yang dilewati delegasi KTT G20.

"Kita juga sajikan situasi kondisi Bali, wajah Bali di sepanjang jalan, baik ruas-ruas jalan utama dan jalan kabupaten dan menuju obyek wisata berkurang, tidak menunjukkan kekumuhan. Kalau sembarangan dibiarkan begitu dan sudah robek lagi dan ini membantu memberikan kontribusi kekumuhan yang terjadi. Bukan karena G20 saja, hanya kebetulan ada G20 dan kita harus juga mengantisipasi hal seperti itu, tampilkan wajah Bali yang asri," ujarnya. [yan]