Jelang Ramadan, Bagaimana Persiapan Emiten Barang Konsumsi?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Meski pandemi COVID-19 belum berakhir, sejumlah emiten barang konsumsi telah melakukan persiapan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan, salah satunya dilakukan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

"Seperti biasanya, kami selalu memperhatikan persediaan barang dan produksi untuk memastikan produk-produk kmi selalu tersedia baik di modern market, tradisional market, hingga retailers," kata Sekretaris Perusahaan PT Mayora Indah Tbk, Yuni Gunawan, kepada Liputan6.com, Senin (22/3/2021).

Dengan persiapan yang dilakukan, emiten berkode MYOR tersebut mampu mengakomodasi lonjakan permintaan yang terjadi saat Ramadan.

"Kami juga menjalankan strategi komunikasi yang tepat, khususnya dalam bentuk promosi yang sesuai dengan moment Ramadan ini," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Keuangan PT Kino Indonesia Tbk (KINO) Budi Muljono. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi agar barang yang dibutuhkan mampu memenuhi permintaan pasar pada 2021.

"Untuk menghadapi bulan Ramadan, tentunya kami mengevaluasi produk mana yang akan mendapatkan peningkatan demand sehingga kami bersiap untuk produksi dan mendistribusikan barang-barang tersebut agar dapat menjangkau dan memenuhi kebutuhan pasar," tuturnya.

Stok Beras Dijamin Aman Jelang Ramadan

Petani menanam padi di persawahan di kawasan Tangerang, Kamis (3/12/2020). Kementerian Pertanian menargetkan pada musim tanam pertama 2020-2021 penanaman padi mencapai seluas 8,2 juta hektare menghasilkan 20 juta ton beras. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petani menanam padi di persawahan di kawasan Tangerang, Kamis (3/12/2020). Kementerian Pertanian menargetkan pada musim tanam pertama 2020-2021 penanaman padi mencapai seluas 8,2 juta hektare menghasilkan 20 juta ton beras. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok beras nasional jelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri dalam kondisi aman, seiring sebagian besar lahan padi di seluruh Indonesia memasuki masa panen raya pada Maret-April 2021.

“Neraca beras sampai dengan 2021 masih aman, terutama dengan panen raya,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono dikutip dari Antara, Selasa, 22 Maret 2021.

Berdasarkan prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok, ketersediaan beras hingga bulan Mei 2021 diperkirakan hampir mencapai 25 juta ton.

Stok beras hingga Desember 2020 tercatat sebanyak 7,389 juta ton. Sementara itu perkiraan produksi dalam negeri mencapai 17,5 juta ton dan perkiraan kebutuhan sebanyak 12,336 juta ton.

Jelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1442 H, Kementan akan menjalankan strategi untuk menjamin penyediaan pangan termasuk beras.

“Kami akan melakukan pemantauan harga secara rutin, selain juga akan mengadakan pasar murah komoditas utama melalui Pasar Mitra Tani dan di pasar tradisional dengan bekerja sama dengan BUMN dan mitra lainnya,” sebut Momon.

Untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim, seperti banjir maupun kekeringan, Kementan akan menerapkan early warning system. “Sistem ini akan membantu dalam memantau wilayah rawan banjir ataupun kekeringan,” kata Momon.

Selain itu antisipasi kemarau telah disiapkan dengan percepatan padat karya infrastruktur, baik melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersier, bantuan irigasi perpompaan/perpipaan, ataupun embung. Kementan juga akan mempercepat realisasi penyaluran bibit tanaman.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini