Jelang Ramadan, Simak Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) kembali mengupdate harga BBM untuk nonsubsidi untuk periode April 2021.

PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

Ini daftar harganya:

- Pertamax di kisaran Rp 9.000 per liter.

Untuk wilayah Prov. Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur. Sementara wilayah lainnya dikisaran Rp 9.200 hingga Rp 9.400 per liter.

- Pertamax Turbo Rp 9.850 per liter

Berlaku untuk wilayah Prov. Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan daerah lainnya dikisaran Rp 10.050 hingga Rp 10.250 per liter.

- Pertamina Dex Rp 10.200 per liter

Berlaku untuk wilayah Prov. Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Untuk provinsi Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan (Tengah, Barat, Timur, Selatan, dan Utara), Sulawesi (Utara, Tengah, Tenggara, Selatan, dan Barat) Gorontalo. Pertamax dex di kisaran Rp 10.450 per liter.

Sementara untuk provinsi Riau, Kepulauan Riau, Batam, dan Bengkulu, harga BBM jenis Pertamina Dex di kisaran Rp 10.650 per liter.

Pertamina Jamin Stok BBM Aman Sampai 27 Hari, Ini Rinciannya

Pemotor mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta, Kamis (15/6). Mulai tanggal 18 Juni-24 Juli, harga Pertamax menjadi Rp.8000 8000 yang berlaku di SPBU bertanda khusus yang tersebar di jalur mudik. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pemotor mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta, Kamis (15/6). Mulai tanggal 18 Juni-24 Juli, harga Pertamax menjadi Rp.8000 8000 yang berlaku di SPBU bertanda khusus yang tersebar di jalur mudik. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman usai adanya insiden kebakaran yang terjadi di area kilang minyak Balongan, Indramayu.

Nicke bilang, stok standar BBM nasional umumnya mencapai 21 hari. Namun, dalam pemantauan di Command Center Pertamina di Legok, beberapa daerah memiliki stok lebih dari kategori aman.

"Stok standar kita itu memang 21 hari, tapi seperti yang rekan-rekan lihat, tadi ada yang 24, 27 hari, itu sangat aman," ujarnya saat ditemui di Telkom Legok, Rabu (31/3/2021).

Lebih rinci, CEO Commercial and Trading Subholding Pertamina (PT Patra Niaga) Mas'ud Khamid membeberkan rincian stok BBM tersebut.

Untuk bio solar, stoknya kira-kira cukup untuk 22 hari. Untuk Pertamax dan Premium stoknya aman hingga 27 hari.

"Pertalite itu gabungan antara Pertamax dan Premium, jadi stoknya sama 27 hari juga," katanya.

Stok avtur aman hingga 74 haru dan stok LPG tahan hingga 17 hari. Mas'ud mengatakan, rincian stok ini adalah stok normal yang biasa dikelola Pertamina.

"Menjelang minggu pertama Ramadaan, kita akan naikkan stok LPG 10 persen karena memang sesuai kebutuhan," tuturnya.

"Jadi, stok aman, sangat aman dan kita lihat tadi di Command Center semua berjalan dengan baik," ujarnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: