Jelang Sekolah Tatap Muka, Baru 3.500 Tenaga Pendidik Depok Divaksin

Lis Yuliawati, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) sedang berupaya keras memenuhi berbagai persyaratan jelang diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM). Salah satu hal yang wajib dilakukan adalah vaksinasi tenaga pendidik.

Kuota vaksin untuk tenaga pendidik di Kota Depok disiapkan sebanyak 18 ribu dosis. “Sampai saat ini yang sudah divaksin 3.500 orang, ditambah sekarang 2.000 orang, mudah-mudahan bisa di atas 5.500 orang pada hari ini,” kata Kepala Disdik Kota Depok, M. Thamrin saat ditemui di lokasi vaksinasi tenaga pendidik di SMPN 11 Depok, Kamis, 22 April 2021

Program vaksinasi ini bakal dilakukan secara bertahap, bekerja sama dengan TNI, Polri dan Rumah Sakit Bhayangkara Brimob.

“Insya Allah tahap dua di wilayah tengah itu kita rencanakan di SMPN 2. Kemudian di wilayah barat juga kita cari sekolah di sana sampai dengan paling lambat di akhir Juni ini 18 ribu orang tercapai semua,” ujarnya.

Thamrin menjelaskan, jika 70 persen guru sudah menjalani vaksinasi, kegiatan belajar tatap muka dapat dilakukan.

“Makanya dalam rangka persiapan, kita minta persiapan tenaga pendidiknya, kesiapan sekolah. Kesiapan orangtua murid juga," ujarnya.

Kegiatan belajar tatap muka di sekolah, tidak wajib. Artinya orangtua bisa saja menolak jika dirasa kegiatan itu tidak aman.

“Nah, kami akan menyebarkan angket ke orangtua untuk kesediaan tatap muka atau tidak. Jadi kalau orangtuanya khawatir kita juga tidak bisa mengizinkan anak melakukan tatap muka,” tuturnya.

Lebih lanjut, Thamrin mengatakan, selain wajib mematuhi protokol kesehatan, Disdik juga mengatur mekanisme pelaksanaan tatap muka.

“Karena ruang kelas terbatas jadi tatap muka hanya dua kali dalam se-Minggu, sisanya daring (online)," ujarnya.

Ia berharap, orangtua terlibat aktif menyiapkan berbagai keperluan terkait protokol kesehatan ketika anak mengikuti sekolah tatap muka.

“Jadi anak-anak itu tidak diperkenankan keluar main atau istirahat. Selama empat jam pelajaran itu berada di dalam kelas, bawa bekal minum sendiri. Anak tidak kita harapkan berkeliaran di luar ruangan," ujarnya.

Untuk kegiatan ekstrakulikuler, sementara ini belum diperbolehkan.