Jelang Shopee Liga 1 2020, Aji Santoso Bawa Pemain Ziarah ke Makam Pendiri Persebaya

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya melakukan “ritual” menarik sebelum mengawali kiprah di Shopee Liga 1 2020. Rombongan klub berjulukan Bajul Ijo itu berziarah ke makam pendiri Persebaya, M. Pamoedji, di kawasan Pegirian, Surabaya, Jumat sore (28/2/2020).

Makan Konate dkk. sudah menyiapkan fisik dan mental untuk melakoni laga perdana melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (29/2/2020). Ziarah ini dilakukan untuk “meminta restu” kepada sang pendahulu.

Aji Santoso datang bersama rombongan manajemen klub Persebaya Surabaya dan para pemainnya. Turut pula jajaran pelatih seperti Mustaqim, Bejo Sugiantoro, dan Benyamin van Breukelen. Tidak ketinggalan dua pemain muda, yaitu Mochamad Supriadi dan Nasir.

Dia mengirim doa kepada sang pendiri klub asal Kota Pahlawan itu sebagai wujud mengingat kepada sejarah lahirnya klub yang sekarang mereka bela itu.

“Saya bersama manajemen, pelatih dan pemain berziarah ke makam salah satu pendiri Persebaya, mendoakan beliau agar mendapatkan tempat yang layak. Kami berziarah ini juga agar pemain, pelatih, dan manajemen tahu siapa pendiri Persebaya,” kata Aji Santoso.

Tercatat dalam batu nisan mendiang, M. Pamoedji lahir di Blitar pada 28 Februari 1905 atau tepat hari ini pada hari kedatangan Aji Santoso ini pada 115 tahun lalu. M. Pamoedji meninggal di Surabaya pada 23 Oktober 1951 dan tercatat pernah menjadi Residen Surabaya.

 Aji Santoso dan rombongan mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar dalam ziarahnya ini. Beberapa warga ikut membantu mereka untuk menuju tempat peristirahatan terakhir mendiang M. Pamoedji.

 M. Pamoedji sendiri diketahui merupakan sosok yang ikut mendirikan Persebaya bersama Paijo pada 18 Juni 1927. Saat itu, mereka menggunakan nama Soerabhaisasche Indonesische Voetbal Bond (SIV) sebelum akhirnya berubah nama.

 SIVB sendiri lantas memiliki peran penting berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia alias PSSI pada 19 April 1930. Selain itu, terdapat beberapa klub lain yang ikut membidani kelahiran PSSI, yaitu VIJ Jakarta (Persija Jakarta), BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), IVBM (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta).

 Pertemuan sebanyak tujuh klub itu digelar digelar di Societeit Hadiprojo Yogyakarta tersebut, SIVB diwakili oleh M. Pamoedji. “Saya sendiri baru tahu bahwa beliau adalah pendiri Persebaya Surabaya. Paling tidak, kami dari manajemen, pelatih, dan pemain, menjelang kompetisi berziarah supaya tahu bahwa ini adalah salah satu pendiri Persebaya,” imbuhnya.

 

Mengenang Jasa

Selain itu, Aji Santoso dan rombongannya juga sempat menyambangi makam legenda Persebaya Surabaya, yaitu Rusdy Bahlwan. Sosok satu ini tercatat pernah pernah mempersembahkan gelar juara untuk Bajul Ijo semasa menjadi pemain maupun pelatih.

Semasa masih bermain, Rusdy menjadi andalan saat mempersembahkan gelar Perserikatan 1976 untuk Persebaya. Lalu, dia juga menjadi mentor Aji Santoso dengan menangani Persebaya dan merengkuh titel Liga Indonesia 1996-1997.

Pantas Aji merasa Rusdy sangat berjasa kepada dirinya. Sebab, pada musim itulah pria asli Malang itu menjadi kapten tim Bajul Ijo.

Secara terpisah, komisaris Persebaya, Isna Iskan juga berziarah ke makam mantan pemain Persebaya, Eri Irianto. Mendiang Eri Irianto dikenal dengan “tendangan gledek” semasa bermain pada 1998-2000.

Meski tidak mempersembahkan gelar, Eri Irianto sangat dikenang oleh penggemar Persebaya. Dia menghembuskan nafas terakhir setelah melakoni pertandingan dengan seragam Bajul Ijo yang melawan PSIM Yogyakarta pada 3 April 2000.

 

Video