Jelang Thailand Open, Pebulutangkis Indonesia 'Tersiksa' Tes Swab

Pratama Yudha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tim Indonesia terus menggenjot persiapan jelang turnamen Thailand Open I. Sebagai salah satu persiapannya, Mohammad Ahsan cs diwajibkan melakukan tes usap (swab test) PCR selama di Bangkok, Thailand.

Sejauh ini, mereka sudah dua kali melakukan tes tersebut. Namun, ada keluhan yang disampaikan pada tes swab kedua.

Para atlet andalan Merah Putih itu menyebut tes usap kedua dirasa sangat menakutkan dan menegangkan. Sebab, tenaga kesehatan yang bertugas dinilai "kasar dan kurang berperasaan" pada pemain ketika melakukan tugasnya.

"Proses tes swab kali ini, menusuknya seperti tidak memakai perasaan. Hidung saya sudah ngilu-ngilu rasanya," ujar Mohammad Ahsan dari Bangkok dalam rilis PBSI yang diterima VIVA, Jumat 8 Januari 2020.

Pengalaman "tersiksa" juga dialami Fajar Alfian. Menurutnya, tes usap terakhir tersebut terasa berbeda dan menakutkan.

"Memang rasanya sih sama saja karena sudah terbiasa swab. Tetapi swab yang kedua di sini terlalu dalam. Saya sampai pusing kepala. Beda dengan swab di Indonesia," papar Fajar.

Tes sebelumnya dilakukan saat para pemain dan tim pendukung ketika masuk Hotel Novotel Bangkok Impact, Senin, 4 Januari. Seperti pada tes pertama, hasilnya negatif.

"Menyangkut hal tes, kalau tidak ada keterangan dari panitia, itu berarti hasilnya negatif dan tidak perlu dikhawatirkan," tutur Bambang Roedyanto, Kabid Luar Negeri PP PBSI, saat dikonfirmasi Tim Humas PP PBSI.

Selama di Bangkok, para pemain diwajibkan menjalankan sistem "gelembung" di mana para atlet, pelatih, dan ofisial sudah ditentukan zonanya dan tak boleh melewati batas yang sudah ditentukan.

Akan ada delapan kali tes usap yang harus dijalani. Tes selanjutnya bakal dilakoni pada tanggal 11 Januari. Lalu, menyusul tanggal 15, 18, 22, 26, dan 30 Januari.

Tim Indonesia akan mengikuti seluruh rangkaian Thailand Open sepanjang Januari ini yang akan berlanjut hingga BWF World Tour Finals.