Jelang Tutup Buku 2021, Serapan Anggaran Pemda Garut Masih Melempem

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Garut - Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat berpacu dengan waktu mengoptimalkan serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), menjelang tutup buku anggaran 2021.

"Anggaran kita sudah menuju ke angka 74 persen tapi kan masih 2 bulan lagi (menjelang akhir 2021)," ujar Bupati Garut Rudy Gunawan, Selasa (16/11/2021).

Menurut Rudy, penyerapan anggaran belanja rutin APBD Garut 2021 berlangsung lancar, tetapi khusus belanja tak langsung seperti belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, bantuan tak langsung lainnya, termasuk banprov, hingga kini masih menunggu kucuran dari Provinsi Jawa Barat.

"Sekarang penyerapan anggaran itu diperhitungkan dengan banprov, banprov kan belum datang tapi sudah dihitungkan dalam APBD-nya," kata dia.

Saat ini, sebagian besar bantuan tak langsung, dialokasikan di dinas PUPR dan Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Garut. "Totalnya (Banprov) sekitar Rp240 miliar itu belum seperak pun kita terima," kata dia.

Khusus tahun ini, sejak masuknya pandemi Covid-19, total anggaran bantuan provinsi (Banprov) Jawa Barat yang dialokasikan untuk Garut mengalami penurunan cukup signifikan dari sebelumnya di angka Rp600 miliar lebih. "Turun 350 miliaran, sekarang sekitar Rp240 miliar," kata dia.

Dengan menyisakan waktu dua bulan ke depan, ujar politikus Gerindra, pihaknya berharap banprov yang dijanjikan pemerintah provinsi Jawa Barat segera turun.

"Saya meminta APBD 2021 segera selesaikan pertanggungjawabannya diselesaikan," ujar Rudy mengingatkan seluruh pemangku kebijakan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Seperti diketahui, total APBD Garut tahun anggaran 2021 mencapai Rp5,13 triliun. Sementara, data Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Garut per 31 Oktober 2021 lalu, menunjukkan serapan anggaran kegiatan pembangunan dari APBD baru terserap sebesar Rp3,15 triliun.

Angka tersebut sekitar 61,4 persen dari anggaran yang telah disediakan atau menyisakan sisa anggaran belanja hingga Rp1,9 triliun yang belum terserap.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel