Jelang WSBK, pekerja penataan pedestrian Mataram kerja lembur

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, para pekerja penataan pedestrian di Jalan Pejanggik, bekerja lembur untuk mengejar target menyambut ajang WSBK (World Superbike) 2022 yang dijadwalkan 11-13 November di Sirkiut Mandalika.

"Proyek pedestrian kita prioritaskan dikerjakan secara maksimal, agar Kota Mataram bisa terlihat indah, rapi, dan tertata saat WSBK nanti," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman di Mataram, Kamis.

Menurutnya, proyek penataan pedestrian di Jalan Pejanggik sepanjang satu kilometer lebih yakni dari simpang empat Bank Indonesia (BI) sampai depan bekas Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, ditargetkan rampung sesuai kontrak pada 29 Desember 2022.

"Namun karena adanya perhelatan WSBK yang akan mendatangkan tamu-mau dari luar daerah bahkan luar negeri, maka penataan pedestrian itu dipercepat tanpa mengurangi kualitas pekerjaan," katanya.

Bahkan setelah WSBK berlanjut, akan ada perhelatan akbar lagi, yakni G20 atau forum utama kerja sama ekonomi internasional di Pulau Bali yang akan dihadiri sejumlah kepala negara pada 15-17 November 2022.

"Kendati berlangsung di Pulau Bali, tapi kita sebagai daerah penyangga juga harus ikut bersiap," katanya.

Menurutnya, anggaran untuk penataan pedestrian tersebut bersumber dari APBD Kota Mataram sebesar Rp3,3 miliar.

Dalam konsepnya, pengerjaan pedestrian dibagi beberapa blok yakni untuk sisi kiri dan kanan jalan. Pengerjaan berupa penggantian "paving block" serta penataannya mirip dengan di objek wisata Mandalika.

"Untuk penataan di depan Pendopo Wali Kota Mataram, bisa kita percepat agar tidak mengganggu tamu-tamu WSBK dan lanjut tamu G20," kata Miftahurrahman.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sebelumnya mengatakan kondisi pedestrian di Jalan Penjaggik sudah rusak sehingga harus segera diperbaiki agar setiap orang yang melintas bisa merasa aman dan nyaman.

"Pedestrian ini menjadi fasilitas utama, dan perbaikan akan kita percepat untuk menyambut tamu-tamu WSBK," katanya.

Sebagai daerah penyangga perhelatan WSBK di Kabupaten Lombok Tengah, katanya, Kota Mataram tetap menyiapkan berbagai fasilitas pendukung baik untuk hotel, kuliner, transportasi, dan lainnya guna mendukung menyukseskan perhelatan internasional itu.

"Kesuksesan perhelatan dunia WSBK menjadi kesuksesan bersama, sehingga ada tanggung jawab bersama yang harus dilakukan sebagai bentuk dukungan kita," demikian Mohan Roliskana.

Baca juga: Dispar Mataram targetkan hunian hotel 75 persen saat WSBK

Baca juga: Museum NTB gelar pameran temporer semarakkan WSBK Mandalika

Baca juga: NTB matangkan persiapan WSBK Mandalika

Baca juga: PLN NTB siapkan sistem suplai listrik berlapis untuk WSBK Mandalika