Jemaah Batal Berangkat, Bisnis Provider Layanan Haji RI Tetap Jalan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah RI memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun ini. Sebelum keputusan itu keluar, para pelaku bisnis terkait tentu telah mempersiapkan segala kebutuhan bagi jemaah RI tersebut.

Salah satunya adalah perusahaan layanan pendukung atau service provider ibadah haji dan umrah. Meski demikian ditegaskan, Pembatalan pemberangkatan jamaah haji dari Indonesia tidak berdampak signifikan terhadap bisnis bisnis bidang tersebut.

President Director PT Arsy Buana Travelindo (ABT) Saipul Bahri, layanan pendukung ibadah haji dan umrah yang menjadi bisnis utama perusahaan itu akan tetap berjalan. Meski tidak melayani jemaah haji asal Indonesia.

Sebab, kabar Arab Saudi akan mengeluarkan kuota 60 ribu jemaah haji pada 2021 saja, merupakan angin segar bagi perusahaan. Khususnya di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

“Hal itu mengingat pada 2020, jumlah kuota haji yang dikeluarkan Arab Saudi hanya sebanyak 10 ribu orang untuk seluruh dunia,” papar Saipul dikutip dari keterangannya, Rabu, 9 Juni 2021.

Dia menjelaskan, ABT sendiri merupakan salah satu pemain bisnis layanan pendukung Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Bisnis ABT mencakup pelayanan penginapan (hotel), tiket pesawat, dan land arrangement (LA) segala keperluan haji dan umrah di Tanah Suci, Mekah, Arab Saudi.

Saipul pun memastikan, hotel yang dikelola ABT dalam keadaan siap untuk melayani jemaah haji dan umrah dari berbagai negara. Artinya, bertambahnya kuota haji tahun ini akan menjadi angin segar terhadap akomodasi yang dikelola ABT.

Baca juga: Proyeksi Terbaru Bank Dunia: Ekonomi Global 2021 Tumbuh 5,6%, RI 4,4%

Saat ini, ABT memiliki beberapa kamar hotel di Mekah dan Madinah yang berada di lokasi strategis. Total kamar yang tersedia sementara ini mencapai 889 per bulan.

Saipul menjabarkan, Arab Saudi sudah membuat sistem teknologi informasi dan reservasi akomodasi hotel secara mandiri. Sistem itu terkoneksi dengan Kementrian Haji untuk menunjang ibadah baik umrah atau haji.

Kabar baiknya, hotel-hotel yang dikelola oleh ABT sudah terkoneksi dengan sistem tersebut, seperti Fajr Bade Group. Sehingga potensi akomodasi itu tetap terisi menjadi besar ketika kuota haji ditambah.

Apalagi menurutnya, hotel ABT sebetulnya sangat bisa menampung jemaah haji untuk tahun ini. Tentunya, hotel kelolaan seperti Fajr Badee sudah menerapkan protokol kesehatan yang menjadi standar dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

“Patut digarisbawahi, hingga kini, Mekah tidak ditutup. Pada Ramadhan tahun ini, ibadah umrah tetap diizinkan. Jadi, bisnis service provider seperti ABT sebenarnya tetap berjalan,” kata dia.

Selain itu, ibadah umrah selepas musim haji juga tetap dibuka oleh Arab Saudi. Bahkan, ada potensi jemaah umrah asal Indonesia bisa berangkat ke Tanah Suci.

Hal ini akan diputuskan oleh Pemerintah Arab Saudi. Dan jika ini terjadi, pasar bisnis sebagai provider untuk penyelenggara perjalanan umrah atau haji makin terbuka.

Lebih lanjut dia memproyeksikan, bisnis layanan pendukung haji dan umrah sangat potensial di masa depan. Seiring posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, lalu pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang sudah masif.

"Prospek sektor ini kian cerah, seiring rencana Arab Saudi menaikkan kuota jemaah umrah dari 8 juta menjadi 30 juta per tahun pada 2030," tegasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel