Jemaah Haji Ketahui Larangan Terkait Koper Bagasi Ini

Liputan6.com, Makkah - Pemulangan jemaah haji Indonesia rencananya dimulai pada 17 Agustus 2019. Rencananya penimbangan bagasi berlangsung pada Kamis (15/8/2019).

Berkaitan dengan barang bawaan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melarang jemaah untuk membawa air zam-zam ke dalam koper.

Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid, mengatakan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pada saat penimbangan bagasi, jemaah haji Indonesia banyak kedapatan membawa air zam-zam dalam koper.

“Padahal percuma saja memasukkan air zam zam dalam koper, karena pada saat penimbangan, itu akan dikeluarkan juga dan tidak akan diangkut,” jelas dia, Rabu (14/8/2019).

Subhan menyampaikan, 15 kelompok terbang (kloter) akan melakukan penimbangan pada hari pertama. Kloter tersebut, yakni JKS 1-4; SUB 1-3; PLM 1; LOP 1; PDG 1; SOC 1-3; BTH 1; serta UPG 1.

“Penimbangan bagasi akan dilaksanakan di pemondokan masing-masing. Untuk itu masing-masing jemaah diharapkan sudah mempersiapkan kopernya,” jelas Subhan.

Selain itu, jemaah diminta tidak menggunakan pelindung koper berbentuk jaring-jaring serta membawa barang lain yang dilarang seperti gas, magnet, senjata tajam dan mainan yang menggunakan baterai.

“Jemaah juga diimbau tidak membawa uang tunai lebih dari Rp 200 juta atau SAR 60 ribu,” pesan Subhan.

2 Perbaikan dalam Penyelenggaraan Haji di Mata Menag

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin menilai telah terjadi perbaikan yang telah dilakukan pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji di tahun ini dibandingkan dengan tahun 2018. 

"Saya melihat ada beberapa poin perbaikan yang perlu kita apresiasi karena lebih baik dari tahun yang lalu," jelas dia seperti dikutip Rabu (14/8/2019).

Perbaikan, kata Menag, seperti kondisi arus lalu lintas dari Makkah menuju Arafah lebih baik atau tak ada kemacetan yang sangat lama. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kala kemacetan bisa berlangsung hingga berjam-jam lamanya.

Hal ini menunjukkan arus lalu lintas telah tertangani dengan baik. "Baik (arus lalu lintas) jemaah kita dari hotelnya masing-masing menuju Arafah juga yang dari Mina, yang tarwiyah menuju Arafah. Tahun ini alhamdulillah tidak ada kemacetan yang berarti," ucap dia.

Menag mengaku telah melihat langsung operation room yang memantau kondisi lalu lintas di Makkah, Mina, maupun Arafah dari kantor kementerian haji. Pemantauan berlangsung selama 24 jam.

"Tidak kurang dari 3 juta manusia di berada di Armuzna, jadi memang arus pergerakan mereka harus senantiasa dipantau selama 24 jam," kata dia.

Perbaikan lain, adalah kondisi kebersihan di Mina. Tumpukan sampah di lokasi jemaah haji mabit dan melontar jumrah dinilai jauh berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya

Dia pun mengaku telah menyampaikan langsung apresiasi perbaikan ini kepada Gubernur Makkah Khalid al Faisal bin Abdulaziz, dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (12/8/2019).

"Saya menyampaikan apresiasi terima kasih kepada Gubernur Makkah yang telah memberikan yang terbaik bagi jemaah haji Indonesia, dan dunia," ucap dia.