Jemaah Haji Puas Layanan Katering hingga Transportasi di Makkah: Bagus, Enak & Nyaman

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 8.631 jemaah haji Indonesia dari 22 kloter sudah berada di Makkah. Jemaah akan berada di Makkah lebih kurang 25 hari.

Jemaah kloter SOC 1 yang kini berada di Makkah lebih dulu berada di Madinah sejak 12 Juni kemarin. Jemaah ini sebelumnya tiba di Madinah pada 4 Juni lalu.

Selama di Makkah, jemaah mengaku puas dengan layanan yang didapat. Penginapan bagus, katering enak dan transportasi nyaman.

"Ya Alhamdulillah untuk tahun ini kami pertama kali berangkat haji mendapatkan fasilitas semuanya bagus, mulai dari transportasi kemudian katering sama di penginapan semuanya bagus," kata Heru, jemaah embarkasi Solo 1, Kamis (16/6).

Heru menilai, pelayanan yang didapat baik di Madinah dan Makkah sama-sama memuaskan. Khusus di Makkah, katanya, merasa sangat bersyukur karena makhtabnya tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram.

"Transportasi ke masjid itu juga difasilitasi oleh pemerintah dengan menggunakan bus shalawat dan jaraknya tidak terlalu jauh, kira-kira 800 meter," ujar dia.

Begitu pun dengan layanan katering yang disajikan. Sangat cocok di lidah jemaah.

"Tahun ini rasanya Indonesia sekali dan tepat waktu," kata dia.

Pelayanan Bikin Jemaah Nyaman

Sejauh ini, Heru tidak merasakan kendala berarti terkait pelayanan terhadap jemaah baik di Madinah dan Makkah. Apa yang didapat sudah membuat Heru sangat nyaman sebagai jemaah haji regular.

Selama berada di Makkah dan menunggu puncak haji, Heru memilih fokus melaksanakan salat lima waktu di Masjidil Haram. Sebab buatnya, mereka yang tiba di Tanah Suci adalah mereka yang diberikan kesempatan paling baik dari Allah, sehingga harus benar-benar dimanfaatkan.

Mu'ayanah juga merasakan kepuasan yang sama. Menurutnya, pelayanan didapat selama di Makkah luar biasa baik. Mulai dari penginapan, transportasi yang memudahkan menjangkau Masjidil Haram dan makanan dengan cita rasa nusantara.

"Alhamdulillah merasa nyaman, terima kasih kepada penyelenggara," ucap jemaah asal Pati ini.

Zamratun juga merasa demikian. Penantian panjangnya untuk berhaji berbalas sampai ke Tanah Suci sepaket dengan layanan luar biasa yang didapat.

"Nyaman sekali di sini," katanya singkat.

Selama di Makkah, dia berusaha menunaikan salat lima waktu di Masjidil Haram. Agar tidak bolak balik, dia juga membekali diri dengan camilan sambil menunggu waktu salat tiba.

Buat ketiganya, yang paling utama ditanamkan adalah rasa syukur atas segala hal yang diterima. Ketika seseorang sudah bisa syukur, apapun yang didapat menjadi nikmat. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel