Jemaah Haji Sakit Bisa Klik Panic Button di Telejemaah, Petugas Segera 'Meluncur'

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah haji Indonesia diminta segera melapor jika mengalami penurunan fisik. Cuaca panas ekstrem ditambah padatnya aktivitas membuat jemaah rentan mengalami masalah kesehatan.

Jemaah harus selalu peduli kesehatan tubuhnya. Jika merasa butuh bantuan, diminta segera menekan tombol panic button pada aplikasi Telejemaah yang telah didownload di ponsel masing-masing jemaah.

Dikutip dari website resmi Kementerian Kesehatan, TeleJemaah Puskes Haji adalah aplikasi yang memudahkan petugas memantau kesehatan jemaah haji Indonesia. Utamanya yang memiliki risiko tinggi.

Pada aplikasi ini, tercatat dengan jelas data kesehatan jemaah. Mulai dari tekanan darah, gula darah, saturasi oksigen, suhu tubuh, hingga bisa menyampaikan keluhan.

kepala klinik kesehatan haji indonesia enny nuryanti
kepala klinik kesehatan haji indonesia enny nuryanti

Lia Harahap

Aplikasi tersebut juga menyediakan tombol serupa panic button yang dipakai jemaah ketika mengalami gangguan kesehatan. Kemudian akan terhubung ke aplikasi Telepetugas dan sesegera mungkin petugas tiba di lokasi dengan akurasinya jarak terdekat sekitar 4 meter.

"Kita tahu bahwa di kloter disiapkan satu dokter dan perawat. Kalau jemaah sakit, bisa menghubungi dokternya atau bisa juga lewat Telejamaah, ada tombol panic button yang otomatis terkoneksi dengan aplikasi telepetugas. Jadi ada semacam notifikasi di mana jamaah itu berada," kata Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dr Enny Nuryanti di Kantor KKHI, Madinah, Arab Saudi, Selasa (7/6).

merdeka.com coba mengakses aplikasi tersebut. Tetapi, tidak bisa diakses karena benar-benar dan hanya untuk jemaah karena memang diminta mengisi nomor porsi haji.

Atau Hubungi Petugas Kesehatan di Sektor

dr Enny menambahkan, khusus untuk pasien berisiko tinggi proses pemantauan kesehatan dilakukan dua lapis. Yakni dengan membekali gelang yang berisi informasi kesehatan jemaah haji tersebut.

"3.000 jemaah dengan kategori risti dibekali gelang diberikan," ujar dia.

dr.Enny menambahkan, jika jemaah tidak memakai aplikasi Telejemaah dapat mendatangi petugas kesehatan yang ada di tiap sektor. Jika memang butuh penanganan lebih lanjut, jemaah dengan cepat akan dirujuk menuju KKHI.

"Di kloter siap disiapkan satu dokter dan satu perawat," kata dia. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel