Jemaah Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah 21 Juli, Petugas Sudah Bersiap

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah haji gelombang kedua akan menuju Madinah setelah menyelesaikan serangkaian ibadahnya di Makkah. Jemaah gelombang kedua adalah mereka yang sebelumnya langsung tiba di Bandara King Abdulaziz Internasional Airport (KAIA) di Jeddah kemudian menuju Makkah.

Rencananya, jemaah gelombang kedua akan diberangkatkan ke Madinah pada tanggal 21 Juli mendatang. Nantinya, mereka ada menetap di Madinah selama lebih kurang sembilan hari sebelum diberangkatkan kembali ke Tanah Air melalui Bandara AMMA Madinah.

"Kepulangan gelombang ke dua ke Madinah dimulai 21 Juli 2022 kami PPIH Arab Saudi di Madinah sudah siap," kata Kepala Daerah Kerja Madinah, Amin Handoyo, kepada Tim Media Center Haji (MCH) 2022, Kamis (14/7).

Persiapan terus dilakukan petugas sembari menunggu kedatangan jemaah ke Madinah. Antara lain, penginapan hingga katering.

"Kita sudah menyiapkan konfigurasi hotel bagi jemaah yang akan ziarah ke Masjid Nabawi dan melaksanakan Arbain. Begitu juga terkait katering, sudah kita siapkan untuk jemaah," kata Amin.

Khusus untuk katering jemaah, Amin meminta petugas benar-benar memantau persiapan sejak dari dapur hingga distribusi. Meskipun untuk kondisi keterlambatan makanan tiba kecil, tetapi dia meminta tetap diawasi.

"Kalau di Madina keterlambatan relatif tidak terjadi, kl di Makkah sangat mungkin karena jalur crowded apalagi mendekati puncak haji," katanya.

"Namun demikian, teman-teman selalu melakukan pengawasan langsung. Pertama datang ke dapur dan pastikan semua disiapkan baik bahan-bahannya, maupun pengolahannya jadi ketika pengolahannya sudah siap, kemungkinan itu tidak terjadi keterlambatan," tutup Amin.

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Akomodasi Ihsan Faisal mengatakan diperkirakan ada 48.129 jemaah haji Indonesia yang akan berangkat dari Makkah ke Madinah. Mereka akan menempati lebih kurang 39 hotel dengan rincian 30 hotel disewa secara full musim dan 9 hotel dipersiapkan dengan sistem blocking time.

"Semua di wilayah Markaziyah," tegas Ihsan.

Selama di Madinah lebih kurang sembilan hari, jemaah akan mengerjakan salat sunah arbain. Atau salat fardhu 40 waktu tanpa putus. Itu sebabnya jemaah diminta benar-benar memahami kondis tubuh. Bila badan tidak fit, wajib beristirahat. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel