Jemaah Naqsabandiyah Sumbar Rayakan Iduladha Hari Ini, Senin 19 Juli 2021

·Bacaan 1 menit
Pegawai pemerintahan Wali Kota Tangerang Selatan melaksanakan salat Idul Adha 1441 H di Masjid Al I'tishom, Kompleks Wali Kota Tangerang Selatan, Jumat (31/7/2020). Salat menerapkan physical distancing atau jaga jarak untuk mengantisipasi penularan COVID-19. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Padang - Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Sumatera Barat merayakan Iduladha 1442 Hijriah pada Senin 19 Juli 2021 di Surau Baitul Makmur, Kecamatan Pauh, Padang dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Tarekat Naqsabandiyah merayakan Iduladha satu hari lebih cepat dibanding mayoritas umat muslim lainnya di tanah air, yang baru merayakan pada 20 Juli 2021.

"Iya kita besok salat Idul Adha dan juga memotong hewan kurban," kata Pengurus Masjid Baitul Makmur, Edizon Revindo, Minggu (18/7/2021).

Menurutnya setelah salat Idul Adha, akan dilanjutkan dengan memotong hewan kurban. Namun dirinya belum bisa memastikan berapa ekor hewan kurban yang akan disembelih.

Ia menyebut, penentuan hari Raya Iduladha bagi Tarekat Naqsabandiyah dihitung 100 hari setelah awal Ramadan.

Hal itulah yang membedakan dengan tarekat lainnya di dunia. Secara pelaksanaan tetap sama dengan Idul Fitri salat sunah dua rakaat.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Salat Iduladha Boleh di Masjid

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sumbar memperbolehkan masyarakat untuk salat Iduladha di masjid dengan catatan menerapkan protokol kesehatan.

"Iya kita akomodasi maklumat dari MUI Sumbar, namun dengan catatan penerapan protokol kesehatan harus ketat," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, Senin (12/7/2021).

Bagi masyarakat yang merawa was-was atau khawatir, juga diperbolehkan salat Iduladha di rumah masing-masing.

Kemudian untuk pembagian daging kurban, lanjut wakil gubernur harus diantar langsung oleh panitia ke rumah-rumah warga agar tidak terjadi kerumunan.

Sementara, Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar mengatakan kegiatan ibadah umat Islam sangat tidak pantas dipandang sebagai penghalang penanggulangan Covid-19.

"Kegiatan agama merupakan salah satu ikhtiar umat Muslim dalam menghadapi pandemi," jelasnya.

Ia juga mengingatkan pengurus masjid atau panitia penyelenggara hari raya Iduladha agar membentuk tim relawan yang bertugas mengawasi penerapan prokes pencegahan penularan Covid-19.

Kemudian meminta relawan agar menyediakan masker, sebagai antisipasi jika ada jemaah yang lupa membawa masker.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel