Jemaah Umrah Asal Lamongan Belum Ada Jadwal Berangkat hingga Januari 2021

·Bacaan 2 menit
Warga Saudi dan warga asing mengelilingi Ka'bah (tawaf) saat melaksanakan umrah di kompleks Masjidil Haram, kota suci Makkah, Minggu (4/10/2020). Pemerintah Arab Saudi mengizinkan umrah kembali mulai Minggu (4/10) setelah sekitar tujuh bulan ditangguhkan karena pandemi COVID-19. (AFP)
Warga Saudi dan warga asing mengelilingi Ka'bah (tawaf) saat melaksanakan umrah di kompleks Masjidil Haram, kota suci Makkah, Minggu (4/10/2020). Pemerintah Arab Saudi mengizinkan umrah kembali mulai Minggu (4/10) setelah sekitar tujuh bulan ditangguhkan karena pandemi COVID-19. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Hingga saat ini belum ada jemaah asal Kabupaten Lamongan yang diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menjalani ibadah umrah meski pemerintah Arab Saudi telah membukanya untuk jemaah internasional.

Bahkan untuk Desember maupun Januari 2021 juga belum ada penjadwalan dari lima travel penyelenggara umrah yang ada di Lamongan, yaitu Farfasa Nurul Qolbi, Alfalah Wisata Iman, Elaf dan Lintas Darfiq serta perusahaan travel asal Surabaya cabang Lamongan, Sutra Tour Hidayah,

"Untuk November ini tidak ada yang berangkat, kemudian untuk Desember dan jadwal berikutnya ini juga masih dalam pertimbangan. Jadi sampai bulan Desember maupun Januari, semua travel yang ada di Lamongan itu, belum ada penjadwalan terkait pemberangkatan umrah," kata Banjir Sidomulyo, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Kemenag Lamongan, Senin 16, November 2020.

Banjir menyebutkan, hingga saat ini ada sebanyak 374 calon jemaah umrah Lamongan yang semestinya berangkat bulan Maret lalu, tetapi harus tertunda akibat pandi Covid-19, dilansir dari Times Indonesia

"Jumlah jemaah yang sudah terdaftar namun tertunda keberangkatannya, untuk Farfasa 45 jemaah, Alfalah 31 jemaah, Elaf 104 jemaah, Lintas Darfit ada 178 jemaah, kemudian Sutra Tour Hidayah itu yang paling besar, ada 376 jemaah," tuturnya.

Banjir memastikan, calon jemaah yang sudah terdaftar tersebut nantinya akan mendapatkan prioritas, ketika sudah ada jadwal pemberangkatan. "Yang pasti begitu, jadi yang sudah mendaftar akan menjadi prioritas ketika sudah dibuka lebar ketika meredanya Covid-19 nanti," ujarnya.

Sementara selama masa pandemi Covid-19, kata Banjir, hanya terdapat 7 calon jemaah umrah yang meminta rekomendasi ke Kemenag Lamongan.

"Sangat sedikit, sekitar bulan Juni dan Juli, itu hanya 7 orang yang meminta rekomendasi ke Kemenag Kabupaten Lamongan. Nampaknya masyarakat ini sudah tahu bahwa itu (umrah) sudah tidak memungkinkan, jadi pendaftat baru tidak ada, dan hanya 7 itu tadi," kata Banjir.

Simak berita menarik lainnya dari Times Indonesia di sini

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini