Jemaah Umrah RI Positif COVID-19, Kemenag Ingatkan Penyelenggara

Agus Rahmat, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Beberapa jemaah umrah asal Indonesia dinyatakan positif COVID-19. Atas peristiwa itu, pihak Kementerian Agama meminta para penyelenggara untuk memperhatikan protokol COVID-19 secara ketat. Agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Arfi Hatim, meminta kepada para penyelenggara ibadah umrah agar para jemaahnya menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

“Himbauan saja terutama nanti ada keberangkatan lagi dari jemaah umrah, kami minta kepada penyelenggara ibadah umrah, untuk terus menyosialisasikan ini kepatuhan disiplin,” kata Arfi Hatim dalam acara dialog “Perkembangan Terkini: Umrah Aman Saat Pandemi” melalui siaran YouTube BNPB Jakarta, Rabu, 11 November 2020.

Baca juga: Rusia Beri Jaminan ke Indonesia Harga Vaksin COVID-19 Terjangkau

Hal ini sangat penting, mengingat perjalanan umrah adalah lintas negara. Maka ibadah di tengah pandemi tetap harus menerapkan disiplin protokol COVID-19 secara ketat.

“Selama disiplin tidak ada masalah, jangan melanggar sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” katanya.

Sebab, sudah ada beberapa jemaah umrah dari tiga kloter yang berangkat ke Tanah Suci Mekkah dari awal November itu sudah terkonfirmasi positif Corona. “Secara total positif ada 13 orang jemaah kita yang terkonfirmasi positif, selama dilakukan karantina, PCR swab dan tes di Arab Saudi,” tuturnya.

Dengan rincian, dari 13 orang jemaah umrah itu didapat dari gelombang pertama keberangkatan pada 1 November sebanyak 8 jemaah, dan 5 jemaah terdapat pada gelombang kedua pemberangkatan pada 3 November 2020.

Sebelumnya, lanjut Arfi, Kemenag telah membuat mitigasi beberapa titik-titik penyelenggara umrah di masa pandemi. Dengan mempertimbangkan segala risiko yang terburuk ada jemaah asal Tanah Air yang terkonfirmasi positif, dan ini tentu menjadi perhatian serius.

“Kita berharap jemaah yang berangkat ke Tanah Suci ini dalam keadaan sehat, pulang juga sehat,” tuturnya.

Para jemaah yang diberangkatkan, memang sudah dikarantina dan tes PCR. Tapi setelah di Arab Saudi justru mereka dinyatakan positif. Terhadap itu, ia mengatakan akan melakukan evaluasi apa persoalannya.

“Dan menjadi pertanyaan kenapa pada waktu karantina di Arab Saudi terkonfirmasi positif, ini ada beberapa kemungkinan, tentu akan dikaji dan evaluasi dalam konteks untuk pencegahan dan pengendalian ibadah umrah,” ujarnya. (art)