Jemaat GKI Yasmin Menolak Gereja Direlokasi Bima Arya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kisruh pembangunan Gereja Kristen Indonesia atau GKI Yasmin di Kota Bogor yang sebelumnya diklaim Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto telah selesai, kini muncul tanda tanya. Beredar surat dari Pengurus Badan Pelayanan Jemaat GKI Taman Yasmin kepada Wali Kota Bogor Bima Arya.

Pada intinya, surat tersebut menyampaikan kekecewaan atas keputusan Wali Kota Bogor yang mengalihkan penyelesaian kasus GKI Yasmin dengan cara merelokasi melalui tahah hibah dari Pemkot Bogor di Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat.

Badan Pengurus menuntut penyelesaian kasus GKI Yasmin merujuk pada Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap yang menyatakan keabsahan IMB gereja GKI Yasmin yang terletak di Jalan KH. Abdullah Bin Nuh Kav, 31, Taman Yasmin Kota Madya Bogor.

Berikut surat Pengurus Badan Pelayanan Jemaat GKI Taman Yasmin kepada Wali Kota Bogor Bima Arya:

Kepada Yth.
Bapak Bima Arya
Wali Kota Bogor

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan surat bapak bernomor 452.2/1652-HukHAM tertanggal 31 Maret 2021, tentang perlawanan hibah lahan mentah sebagai penyelesaian kasus GKI Yasmin, maka kami Pengurus GKI Yasmin beserta jamaat sebagai entitas korban diskriminasi dan intoleransi langsung, menyatakan kekecewaan atas penawaran yang dimaksud serta menolak secara tegas rencana pengalihan penyelesaian kasus GKI Yasmin dengan cara merelokasi.

Penyelesaian kasus GKI Yasmin sudah seharusnya merujuk pada Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap yang menyatakan sahnya IMB gereja GKI Yasmin, yang objektif tanahnya terletak di Jalan KH. Abdullah Bin Nuh Kav, 31, Taman Yasmin Kota Madya Bogor, sehingga seluruh tawaran, rencana dan tindakan penyelesaian yang diambil dalam kasus ini harus dilakukan untuk memastikan dibukanya kembali gedung gereja yang saat ini disegel secara melawan hukum Pemkot Bogor di lokasi Kav, 31 tersebut. Dan bukan lahan tanah manapun lainnya.

Kami berharap agar bapak wali kota dapat menjalankan azas pemerintah yang baik di Kotamadya Bogor, yang memastikan tegaknya hukum dan Konstitusi Republik Indonesia di Kota Bogor.

Surat tersebut ditandatangani Pengurus Badan Pelayanan Jemaat GKI Taman Yasmin.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor menghibahkan lahan seluas 1.668 m2 di Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, sebagai solusi dari persoalan mengenai rencana pembangunan GKI di Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat, sejak 15 tahun lalu.

Bima Arya yang menjadi Wali Kota Bogor sejak 2013, menyatakan di awal memimpin Kota Bogor, berkomitmen untuk menyelesaikan konflik antara warga dengan jemaat GKI terkait rencana pembangunan GKI di Yasmin Kelurahan Curug Mekar.

Bima menyatakan, dengan terealisasinya hibah lahan ini, maka diharapkan dapat menuntaskan konflik, sehingga tidak ada lagi cap "intoleransi" yang ditujukan kepada warga Kota Bogor.

"Lima belas tahun kita bersama-sama mencurahkan energi dan konsentrasi untuk menyelesaikan konflik. Hari ini adalah bukti komitmen Pemkot Bogor untuk menuntaskan konflik tersebut," kata Bima Arya, Minggu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel