Jembatan Ampera Palembang Terancam Roboh

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Beban atau kapasitas muatan dua Jembatan Ampera dan Musi 2 sudah melebihi kapasitas (over load). Pemerintah secepatnya harus mengambil langkah sebelum jembatan tersebut roboh dan memakan korban jiwa.

Pernyataan tersebut diungkapkan pengamat transportasi, Erika Buchori usai dilantik sebagai ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sumsel, Rabu (16/1/2013).

Setelah dilakukan perhitungan, indeks formal kapasitas Jembatan Ampera kini sudah merambah angka 1,7. Nilai ini jauh di atas beban normal jembatan di kisaran 1.

"Artinya jika kita misalkan setiap hari jembatan hanya mampu menampung 1.000 kendaraan yang lalu lalang, kini sudah over hingga 1.700 kendaraan. Ini jauh di atas batas normalnya.

Makanya kami minta pemerintah segera mengambil langkah," kata Erika kepada Sriwijaya Post (Tribunnews Network), Rabu (16/1/2013).

Dia khawatir, jika dikaitkan dari sisi usia, Jembatan Ampera, terutama sangat riskan roboh.

"Makanya saya bilang sebelum jembatan roboh, seharusnya harus ada langkah konkret yang dilakukan pemerintah," kata dia.

Lalu langkah apa saja, menurut Erika hal yang paling mungkin adalah pembangunan Jembatan Musi 3. Bahkan dia menggarisbawahi pembangunannya sangat mendesak.

Usulan Jembatan Musi 3 yang menghubungkan Pulau Kemaro dan kawasan Pasar Kuto justru sangat logis.

Warga setempat yang selama ini menentang, seperti warga Kampung Arab maupun beberapa tempat di Pasar Kuto seharusnya punya sikap proporsional, seperti merelakan tanahnya diambil sedikit untuk pembangunan.

"Dan ini ada secara undang-undang bahwa jika ada pembangunan, warga harus merelakan tanahnya dicaplok untuk pembangunan itu," kata dia.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.