Jembatan Antar Kampung Triwijaya resmi beroperasi

Pemerintah Kota Jakarta Selatan resmi mengoperasikan Jembatan Antar Kampung (JAK) Triwijaya yang menyambungkan Tebet Barat dan Tebet Timur pada Kamis (18/8).

"Jembatan ini hadir bukan hanya sebagai penyambung dua wilayah, akan tetapi juga hadir untuk menyambung tali silaturahmi antar warga," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin saat meresmikan JAK Triwijaya.

Munjirin dalam keterangan tertulisnya berharap jembatan ini tak hanya berfungsi sebagai penyeberangan, tapi juga sebagai pendekat dan mempererat persaudaraan sesama masyarakat terutama yang tinggal di kawasan Tebet Barat dan Tebet Timur.

Mantan Kepala Unit Pengelola Kawasan Monumen Nasional (Monas) ini berharap masyarakat semakin guyub dengan hadirnya jembatan yang dibangun di RT 013/RW 07 Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet tersebut.

Adapun keguyuban masyarakat bisa dibangun dengan menjaga serta merawat dengan baik jembatan ini, kata dia.

"Sudah selayaknya kita bersama-sama menjaga kondisi jembatan ini bersama agar tetap kokoh dan rapi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan Heru Suwondo menambahkan Jembatan Antar Kampung (JAK) Triwijaya ini memiliki panjang 9,3 meter dan lebar dua meter.

Tak hanya mementingkan fungsinya sebagai penyambung dua wilayah, namun dalam pembangunan Jembatan Antar Kampung (JAK) Triwijaya ini juga mementingkan segi keindahan.

Menurut Heru, penting agar setiap jembatan memiliki ciri khas masing-masing untuk lebih mengenalkan suatu wilayah.

"Semua lokasi jembatan akan berbeda-beda, jadi sekarang kita membangun jembatan selain secara fungsi tapi secara artistik juga indah dipandang," kata Heru.
Baca juga: Dishub rekayasa lalin sehubungan pengerjaan jembatan Dukuh Atas
Baca juga: Jalan Lapangan Tembak Cibubur ditutup hingga September 2022
Baca juga: Kondisi cagar budaya Jembatan Kereta Terowongan Tiga terbengkalai