Jembatan Darurat Waiburak-Waiwerang di NTT Bisa Dilalui Mobil Kecil

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 1 menit

VIVAJembatan darurat yang menghubungkan Desa Waiburak dengan Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 8 April 2021, sudah mulai bisa dilintasi mobil ukuran kecil.

Jembatan sementara di atas Kali Mati itu dibangun secara swadaya warga bersama personel TNI dan Polri sejak Senin. Jembatan berjarak sekitar 5 meter ke arah barat dari jembatan yang roboh dihantam banjir bandang pada Minggu pekan lalu.

Material jembatan sementara itu terbuat dari batang pohon kelapa sebagai tulang jembatan yang diikat dengan rangka bambu dan balok kayu.

Jembatan sepanjang 5 meter dengan lebar 2,5 meter pada awalnya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Namun sejak Selasa, petugas berseragam polisi mengizinkan sepeda motor melintas.

Pada sisi jembatan sementara juga dibuat jalan baru dengan material yang sama yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Barulah pada Kamis siang, beberapa mobil berdimensi kecil seperti kendaraan pickup pengangkut sembako dan bantuan kemanusiaan diizinkan melintas.

Tampak lima petugas jaga memberlakukan sistem buka tutup laju kendaraan, khususnya saat mobil melintas.

"Kita setop orang jalan kaki di sini kalau ada mobil mau lewat. Hanya boleh satu mobil. Kalau motor bisa bersamaan dengan orang," kata salah satu petugas polisi.

Situasi itu cukup membantu proses distribusi bantuan kemanusiaan dari berbagai lembaga pemerintah maupun swasta dari Kantor Kecamatan Adonara Timur menuju sejumlah desa di wilayah timur.

Salah satu pengendara mobil rental, Fitra Ratuloly (23 tahun), mengatakan distribusi bantuan terasa lebih cepat menuju Kecamatan Ile Boleng.

"Biasanya kita harus putar pakai kapal sampai ke pelabuhan lain. Sekitar 1 jam perjalanan kalau pakai mobil. Tapi sekarang cukup 15 menit saja kita bisa sampai ke Ile Buleng," katanya. (ant)