Jembatan di OKU Timur Ambruk Diterjang Arus Sungai, Lalu Lintas Dialihkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Jembatan Sungai Langit di Desa Bantan Pelita, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, ambruk. Akibatnya sejumlah desa di kawasan itu nyaris terisolasi.

Ambruknya jembatan tersebut diduga akibat derasnya arus sungai pada saat hujan bersamaan dengan angin kencang, Selasa (7/6) pukul 22.30 WIB. Debit air yang tinggi membuat badan jembatan patah.

Kepala Dinas PUTR OKU Timur Aldi Gurlanda mengungkapkan, jembatan tersebut sudah terbilang usang karena dibangun pada 1970. Kemungkinan telah terjadi pengikisan tanah pada fondasi tiang tengah jembatan menjadi penyebab ambruknya jembatan itu.

"Kejadiannya tadi malam, bersamaan dengan hujan deras. Kami menduga air yang deras mengikis tanah di pondasi jembatan," ungkap Aldi, Rabu (8/6).

Perbaikan Sekurangnya Dua Pekan

Jembatan milik Provinsi Sumsel itu akan diperbaiki. Namun, hal itu memerlukan banyak waktu karena semua bahan untuk konstruksi jembatan harus didatangkan dari luar provinsi.

"Paling tidak memakan waktu selama dua minggu, bisa lebih," ujarnya.

Kasi Humas Polres OKU Timur Iptu Edi Arianto mengungkapkan, Polsek BP Peliung sudah memasang garis polisi dan mengalihkan arus lalu lintas karena jembatan yang ambruk harus ditutup sementara.

Semua jenis kendaraan dilarang melintas karena jembatan tak bisa dilewati sama sekali dan membahayakan pengendara.

Jembatan yang berada di lintas Komering itu menghubungkan beberapa desa dan kecamatan di OKU Timur. Jalan alternatif yang bisa digunakan pengendara adalah Jalan Lintas Belitang-Martapura di Desa Pemetung Basuki yang harus menempuh waktu lebih lama dari biasanya.

"Pengalihan arus lalu lintas dilakukan sampai perbaikan jembatan rampung," kata dia. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel