Jembatan gantung Gladak Perak Lumajang resmi dibuka untuk masyarakat

·Bacaan 2 menit

Jembatan gantung Gladak Perak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dibuka secara resmi untuk masyarakat sebagai salah satu akses jalur mudik Lebaran 2022 khususnya kendaraan roda dua.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati meresmikan pembukaan jembatan gantung Gladak Perak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro pada Sabtu sebagai akses mobilitas masyarakat yang ditandai dengan Bupati dan Wabup Lumajang melintas di jembatan tersebut.

"Saya akan memulai melintasi jembatan gantung yang sudah selesai dibangun. Itu pembangunan jembatan yang bisa dipercepat untuk akses masyarakat," kata Bupati Lumajang yang akrab disapa Cak Thoriq usai meresmikan pembukaan jembatan gantung di kabupaten setempat.

Menurut dia jembatan gantung tersebut hanya digunakan untuk kendaraan roda dua, roda tiga dan akses kendaraan darurat seperti mobil ambulans, sehingga akses masyarakat di dua kecamatan yakni Candipuro dan Pronojiwo dapat kembali normal.

Baca juga: Jembatan gantung Gladak Perak Lumajang segera bisa dilewati

Baca juga: Jembatan Gladak Perak terdampak Semeru dituntaskan sebelum Lebaran

Jembatan gantung yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu hanya menjadi jembatan darurat, artinya hanya digunakan sementara sebelum jembatan permanen kembali dibangun.

Sementara Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan jembatan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sarana mobilitas warga terutama di Candipuro dan Pronojiwo.

"Jembatan itu salah satu ikhtiar kami untuk memberikan percepatan dan kemudaan akses untuk menuju kecamatan tetangga, akses ekonomi dan akses sosial," katanya.

Wabup yang biasa disapa Bunda Indah berpesan agar masyarakat yang melintasi jembatan gantung tersebut tidak berfoto-foto apalagi berswafoto di tengah jembatan karena berbahaya dan dapat mengganggu akses pengguna jembatan.

Pembangunan jembatan gantung yang berada di atas Sungai Besuk Sat di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro tersebut dilakukan untuk merespon setelah putusnya jembatan utama akibat diterjang awan panas guguran Gunung Semeru pada 4 Desember 2021.

Untuk itum kemudian dibangun jembatan gantung Gladak Perak yang bersebelahan dengan jembatan Gladak Perak yang roboh. Jembatan gantung itu memiliki panjang kurang lebih 120 meter dan lebar hampir 2 meter, dengan kekuatan beban maksimal 5 ton, sehingga hanya kendaraan roda dua dan tiga yang bisa melintas.

Baca juga: Kementerian PUPR akan bangun jembatan Gladak Perak Lumajang

Baca juga: Jembatan Gladak Perak putus arus lalu lintas Malang-Lumajang dialihkan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel