Jembatan gantung Gladak Perak Lumajang segera bisa dilewati

·Bacaan 1 menit

Jembatan gantung Gladak Perak yang hancur terdampak awan panas guguran Gunung Semeru segera bisa dilewati sebagai akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Alhamdulillah, jembatan gantung Gladak Perak sudah menyambung dan sedang uji coba lintasan," kata Bupati Lumajang dalam akun media sosialnya yang diunggah pada Selasa malam.

Ia berharap jembatan tersebut bisa difungsikan dan digunakan kembali untuk akses masyarakat dari Kecamatan Pronojiwo menuju ke Kecamatan Candipuro maupun sebaliknya.

"Mudah-mudahan tiga hari lagi bisa digunakan untuk akses ke Kecamatan Pronojiwo," ucap bupati yang biasa dipanggil Cak Thoriq itu.

Baca juga: Jembatan Gladak Perak terdampak Semeru dituntaskan sebelum Lebaran

Baca juga: Ketua DPR minta Jembatan Gladak Perak segera diperbaiki

Jembatan gantung yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu hanya menjadi jembatan darurat, artinya hanya digunakan sementara sebelum jembatan permanen kembali dibangun.

Dalam penjelasan sebelumnya, Cak Thoriq mengatakan jembatan tersebut menjadi jalur ekonomi masyarakat di dua kecamatan yakni Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo, sehingga diharapkan jembatan gantung itu sudah bisa digunakan sebelum Idul Fitri 1443 Hijriah.

Ia menjelaskan jembatan gantung tersebut hanya digunakan sebagai akses bagi kendaraan roda dua serta kendaraan darurat seperti halnya ambulans yang membawa pasien dalam kondisi darurat.

Baca juga: Jembatan Gladak Perak putus arus lalu lintas Malang-Lumajang dialihkan

"Warga di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo agak sedikit bernafas lega karena jembatan gantung Gladak Perak ditargetkan akan rampung dan sudah bisa digunakan sebelum Lebaran," katanya.

Pemkab Lumajang sejak awal menargetkan pembangunan jembatan gantung tersebut tuntas sebelum Lebaran, sehingga bisa digunakan masyarakat sebagai akses untuk jalur mudik dan balik Lebaran 2022.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel