Jembatan Putus, Dua Desa di Cianjur Terisolasi

TEMPO.CO, Cianjur - Ratusan warga di Desa Majalaya dan Desa Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terisolasi akibat tiga jembatan yang menjadi jalur utama warga putus. Jembatan Langkom, Babakan Loa, dan Panambangan putus setelah diterjang luapan air dari Sungai Cikundul.

Kepala Urusan Kesatuan Bangsa Desa Majalaya, Uu Suhartono, mengatakan kini mereka terpaksa memutar arah dengan jarak sekitar 4-5 kilometer untuk melintas sungai. "Yang sangat kasihan, anak-anak sekolah yang akan belajar. Mereka terpaksa harus putar yang cukup jauh," kata Uu di Cianjur, Senin, 28 Januari 2013.

Menurut Uu, saat ini jembatan ambruk belum diperbaiki. Padahal, sarana tersebut dibutuhkan warga. "Kami mau bikin jembatan darurat, tapi tidak bisa, karena tidak ada biaya," ujarnya.

Selain jembatan ambruk, luapan air Sungai Cukundul  mengakibatkan jebolnya Bendungan Junghil di Desa Majalaya yang merendam sekitar 250 hektare sawah milik warga. Akibatnya, sawah yang ditanami padi terancam gagal tumbuh. "Kini warga juga panik, karena persawahan mereka terendam. Padahal, sawahnya baru ditanam padi," ujarnya.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah Kabupaten Cianjur, Cep Buldan, mengatakan pemerintah harus segera menanggulangi bencana yang terjadi di wilayah Cikalongkulon. Sebab, warga sangat membutuhkan akses jalan dan jembatan. "Kami menyayangkan keterlambatan penanganan bencana ini," ujarnya.

DEDEN ABDUL AZIZ

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.