Jembatan Selat Sunda Segera Terealisasi

Liputan6.com, Jakarta: Jembatan Selat Sunda sebagai penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatra akan segera terealisasi. Tiga universitas besar di Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung menyatakan sepakat dalam mengembangkan infrastrukturnya.

Kepala Bidang Peningkatan Mutu Penelitian UGM Harno Dwi Pranowo mengatakan, tim dari ketiga perguruan tinggi telah menyiapkan pelaksanaan Jembatan Selat Sunda yang memang sudah dipesan lama oleh pemerintah. "Dalam perencanaan ini, kami menempatkan diri sebagai akademisi dan rencananya hasil penelitian akan dipresentasikan tahun depan sekitar Maret-April 2013 mendatang," ujar Harno.

Diungkapkan Harno, kajian yang dilakukan UGM, UI dan ITB tersebut tidak hanya pada masalah kesiapan infrastruktur, tapi secara keseluruhan termasuk faktor ekonomi dan sosial. Kesiapan wilayah yang mendapat dampak utama pembangunan seperti Provinsi Lampung dan Banten turut pula menjadi kajian.

Rektor UGM Pratikno mengatakan, kesepakatan kerja sama dalam hal pengembangan infrastruktur tersebut dilakukan dalam rangka mendorong Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) dalam bidang infrastruktur yang progresif dan berkeadilan.

"Hal ini menjadi pekerjaan berat bagi perguruan tinggi untuk ikut berkontribusi memikirkan pendidikan dalam bidang infrastruktur. Kerja sama juga akan dilakukan dalam bidang penelitian manajemen infrastruktur yang progresif dan berkeadilan dan pengabdian masyarakat," katanya

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Wawan Gunawan A Kadir menambahkan, dengan kerja sama ini diharapkan mampu membangun bangsa Indonesia dan memberi manfaat bagi masyarakat. Tak hanya itu, hasilnya pun akan menjadi maksimal bila dikerjakan dengan keterlibatan banyak ahli.

Proyek Jembatan Selat Sunda ini mulai dirancang sejak tahun 1960 silam. Gagasan awal proyek jembatan ini berawal dari Sedyatmo (alm), seorang guru besar di ITB. Ia menggunakan konsep Tri Nusa Bima­sakti yang berarti penghubung antara tiga pulau, Sumatra, Jawa, dan Bali. Proyek ini menjadi bagian proyek Asian Highway Network.(NatGeo/ADO)