Jembatan tol runtuh, lalu lintas Semarang macet parah

MERDEKA.COM, Jembatan di atas Tol Srondol, yang menghubungkan dua desa yaitu Desa Tanjungsari dengan Desa Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jateng Sabtu (1/12) sekitar pukul 13.15 WIB runtuh. Jembatan tol itu tepatnya berada di Km 13 Tol Srondol, Banyumanik, Kota Semarang.

Akibatnya, arus lalu lintas keluar Kota Semarang yang melalui jalan tol harus dihentikan. Hanya satu ruas tol, yang masuk Kota Semarang, yang sampai berita ini diturunkan masih bisa digunakan namun dalam kondisi melambat.

Jembatan berwarna biru tersebut ambruk dan menimpa sebuah truk trailer bernomor polisi H 1835 EW. Untuk sementara, jalan tol masih bisa dilewati karena badan jembatan masih tertahan trailer.

Namun, akibat runtuhnya jembatan tol itu, ruas jalan utama Kota Semarang terutama di wilayah arus lalu lintas bagian Selatan yaitu di jalur Jl. Perintis Kemerdekaan- Jl. Setiabudi dan wilayah Jatingaleh mengalami kemacetan panjang dan cukup parah.

Jembatan penyeberangan orang yang terletak di tol dalam Kota Semarang ruas Tembalang-Srondol Km 13 ambruk akibat tersangkut muatan truk trailer yang diduga melebihi batas ketinggian.

"Truk dan bus diizinkan masuk ke dalam Tol Semarang-Solo ruas Ungaran menyusul ambruknya jembatan penyeberangan ruas tol dalam Kota Semarang. Namun, arus kendaraan dari gerbang Banyumanik dialihkan melalui Tol Semarang-Solo," kata Komisaris Utama PT Trans Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo saat dihubungi melalui telepon di Semarang, Sabtu (1/12).

Sebelumnya, kendaraan berukuran besar sempat dilarang melalui tol Semarang-Solo yang ditandai dengan portal pada pintu masuk jalan bebas hambatan itu. Menurutnya, tidak ada masalah kendaraan besar masuk tol Semarang-Solo ruas Ungaran.

"Masalah yang dihadapi justru kemungkinan menumpuknya kendaraan di pintu keluar tol di Ungaran, Kabupaten Semarang," ujarnya.

Danang menjelaskan pintu keluar tol tersebut tidak dirancang untuk kendaraan berbadan lebar. Oleh karena itu, perlu rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi.

Sampai berita ini diturunkan, proses evakuasi masih diupayakan oleh petugas Jasa Marga, Satlantas Polrestabes Semarang. Dimungkinkan proses evakuasi bisa berlangsung hingga malam hari nanti.

"Saat ini masih dilakukan proses evakuasi. Beberapa petugas melakukan proses evakuasi dengan cara memotong besi jembatan dengan peralatan berupa alat las," jelas Ferdi Raedi salah satu pemakai jalan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.