Jenasah TKI Diduga Korban Penjualan Organ Tubuh

TEMPO.CO, Mataram - Tiga tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Lombok Timur yang meninggal di Malaysia Barat, diduga menjadi korban perdagangan organ tubuh. Sebab, seorang keluarga melihat jenazah ketiganya dalam keadaan tanpa mata dan pada bagian dada serta perutnya terdapat bekas jahitan.

Kordinator Divisi Advokasi Koslata Muhammad Shaleh mengatakan, hari ini mereka akan meminta persetujuan keluarga untuk dilakukan visum terhadap korban. ‘’Mudah-mudahan keluarganya bersedia memberikan izin,’’ kata Shaleh kepada Tempo, menjelang kepergiannya ke Lombok Timur, Kamis 19 April 2012 siang.

TKI yang tewas itu asdalah Abdul Kadir Jailani, 24 tahun; dan Herman, 33 tahun; keduanya berasal dari Pancor Kopong, Kecamatan Pringgasela. Mereka bekerja di perusahaan konstruksi. Sedangkan Mad Noor, 28 tahun, asal Pengadangan di kecamatan yang sama, Pringgasela,  sebagai buruh perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Sesuai keterangan dari surat yang diperoleh keluarganya, mereka tewas akibat tembakan. Keadaan tersebut sesuai surat pengesahan yang dibuat pejabat setempat Mohd.Khaerul Izati bin Umar.

Ketiganya dinyatakan meninggal pada 24 Maret dan dibawa pulang ke Lombok 5 April 2012. Keesokan harinya jenazah mereka dikuburkan oleh keluarganya masing-masing. Menurut Shaleh, Firman kakak Abdul Kadir, melihat langsung saat jenazah adiknya masih di rumah sakit Malaysia Barat. ‘’Di sana kelihatan bahwa mayatnya itu tidak ada organ mata,’’ kata Shaleh mengutip Firman.

Shaleh menepis keterangan kematian mereka semuanya akibat tembakan yang mengenai kepala, mata, dada, dan perut. ‘’Saya menduga memang ada usaha untuk pencurian organ tubuhnya,’’ ujar Shaleh.

Ia pun menyebutkan bahwa surat Kedubes RI di Kuala Lumpur tertanggal 3 April ditanda tangani Sekretaris II Konsuler Heru Budiarso di Kuala Lumpur menyatakan tidak melakukan pemeriksaan terhadap korban. Secara berurutan nomor surat mereka adalah : 0187/SK-JNH/04/2012 atas nama Mad Noor, Nomor 0188/SK-JNH/04/2012 atas nama Herman dan Nomor 0189/SK-JNH/04/2012 untuk Abdul Kadir.

Belum diperoleh konfirmasi dari Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI Nusa Tenggara Barat, Syahrum. Demikian pula dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nusa Tenggara Barat, Mokhlis.

SUPRIYANTHO KHAFID

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.