Jenazah COVID Ditelantarkan, Khatib Wafat hingga Anies Marah-marah

·Bacaan 3 menit

VIVA – Berita terpopuler kanal News-Trend di VIVA sepanjang hari pada Jumat, 9 Juli 2021 diwarnai dengan sejumlah berita penting dan juga menarik. Berita jenazah ditelantarkan di Seram bikin warga mengamuk paling banyak dibaca. Berita lain yang juga menuai klik antara lain khatib di Makassar meninggal saat salat Jumat.

Jangan ketinggalan, langsung berita yang bertabur pembaca dalam Round Up berikut ini.

1. Jenazah COVID-19 Diterlantarkan, Warga Ngamuk Tutup Jalan di Seram

Diduga karena tenaga kesehatan menelantarkan jenazah pasien terkonfirmasi COVID-19, masyarakat di Desa Watludan, Kecamatan Teung Nila Serua, Kabupaten Maluku Tengah, mengamuk dan memblokade ruas jalan trans pulau seram, Kamis kemarin, sekitar pukul 16.15 WIT.

Aksi pemalangan jalan dipicu kekesalan masyarakat terhadap tenaga medis di rumah sakit umum daerah Maluku tengah, yang diduga melakukan tindakan penelantaran terhadap jasad atas nama Marthen Pasalbessy.

Marcelo Ilintutu, seorang kerabat korban mengatakan, peristiwa pemalangan jalan berawal dengan keresahan masyarakat atas prilaku itu oleh pihak medis RSUD Masohi. Sebab, setelah jenazah telah disiapkan secara protokol COVID-19, pihak rumah sakit melimpahkan tanggung jawab kepada keluarga pasien untuk mengurusi peti makam untuk dimakamkan oleh keluarga.
Baca berita lengkapnya di tautan ini.

2. Khatib di Makassar Wafat saat Rakaat Pertama Salat Jumat

Ustaz Syahrullah Chandra, meninggal dunia usai membawakan khotbah di Masjid Al Furqan, Jalan Kesatuan, Kota Makassar, Jumat, 9 Juli 2021. Almarhum dikabarkan mengembuskan napas terakhir saat mengikuti salat Jumat di rakaat pertama usai menjadi khatib Jumat.

"Beliau berpulang di hari yang penuh kemuliaan, bulan yang dimuliakan, di tempat yang penuh kemuliaan dan dalam keadaan melaksanakan salah satu ibadah yang paling mulia, insya Allah husnul khatimah kakanda kami Ustaz Syahrullah Candra," kata Jumzar Rachman, kolega almarhum yang mem-posting kabar duka itu di grup WhatsApp. Baca berita lengkap di sini.

3. Ditanya Sidak PPKM Darurat, Anies Marah-marah ke Host Metro TV

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan marah-marah ketika pembawa acara berita mewawancarai Anies secara langsung soal sidak yang dilakukannya pada masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando dalam akun Facebook pada Jumat, 9 Juli 2021, membagikan video ketika Anies diwawancarai oleh Metro TV. Saat host Metro TV menanyakan kepada Anies soal sidak di kantor kantor PT Equity Life Indonesia, Anies merespons agak naik.

"Dari pihak merasa Anda sudah melakukan tindakan ada proses pidana yang berjalan, proses hukum yang berjalan. Ini pendidikan publik. Kemudian perusahaan jiwa yang anda sidak kemarin mengatakan justru tidak ada pelanggaran yang mereka lakukan. Sektor usahanya masuk dalam sektor esensial. Sudah menerapkan WFO (Work From Office) 50 persen. Supaya kemudian ada satu kesepahaman untuk tujuan keselamatan yang anda gaungkan," tanya host Metro TV ke Anies. Untuk tahu lengkapnya ada di link berikut.

4. Heboh, Babi-babi di Tol Layang MBZ

Jagat media sosial dihebohkan dengan adanya kawanan babi yang lepas di Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada Kamis 8 Juli 2021.

Akun Twitternya @ayatullah77, mengunggah foto di akun Twitter-nya yang memperlihatkan babi-babi itu lepas dari branjangan kandangnya. Ada juga seekor babi yang masih tersangkut di kandang besi tersebut. Jumlahnya, lebih dari tiga ekor yang terlihat dalam foto unggahan.

Keberadaan para kawanan babi itu lepas di Jalan Tol MBZ lantaran mobil yang mengangkut hewan babi itu mengalami kecelakaan. Sehingga, kandang dan babi terpisah dari mobil. Berita lanjutannya klik tautan ini.

5. Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran hingga 1,1 Km

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran hingga 1.100 meter, Jumat, 9 Juli 2021, pukul 04.55 WIB.

"Awan panas guguran berlangsung selama 83 detik. Arah material vulkanik ini mengarah ke barat daya," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta. Jangan ketinggalan klik di sini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel