Jenazah Max Sopacua Dimakamkan Setelah Zhuhur di Ciomas Jawa Barat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bogor - Politikus senior Max Sopacua meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu (17/11/2021) pukul 05.53 WIB. Jenazah Max Sopacua akan diberangkatkan menuju rumah duka di Gang Kepatihan Nomor 6, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

"InsyaAllah papa akan berankat dari Rumah Duka RSPAD jam 09.00 menuju Rumah Duka Kepatihan," ujar menantu dari Max Sopacua, Eka Yurrika Chaerany kepada Liputan6.com, Rabu (16/11/2021).

Selanjutnya, jenazah akan disalatkan sebelum menuju lokasi pemakaman. Rencananya, jenazah Max Sopacua akan dimakamkan di pemakaman keluarga, Ciomas, Jawa Barat.

"Rencananya papa akan disalatkan di Kepatihan. Dan akan dimakamkan habis dzuhur paling telat jam 13.00 berangkat dari ke Kepatihan menuju pemakaman keluarga di Ciomas," ujar dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

THUMBNAIL MAX SOPACUA
THUMBNAIL MAX SOPACUA

Meninggal Akibat Sakit Paru

Ferro Sopacua, anak dari almarhum Max Sopacua, mengonfirmasi kabar duka kepergian sang ayah. Ferro mengatakan, sang ayah meninggal usai menjalani perawatan akibat sakit paru-paru.

"Papa dirawat di RSPAD selama 17 hari, Papa meninggal karena sakit di paru-paru," kata Ferro melalui pesan singkat diterima, Rabu (17/11/2021).

Ferro menambahkan, sang ayah dipanggil sang khalik pagi ini pukul 5.53 WIB di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Menurut keterangan dokter, almarhum Max sempat diduga terkena kanker.

"Awalnya dirawat selama 14 hari di RSUD Kota Bogor sebelum dirujuk ke RSPAD, sakit di paru-parunya diduga kanker," jelas Ferro.

Diketahui, Max adalah salah satu kader Partai Demokrat yang berbeda kubu dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Bersama Jhonnie Allen, Marzukie Ali, dan juga Darmizal, mereka menghelat KLB Partai Demokrat di Deli Serdang dengan mendaulat Moeldoko sebagai ketua umumnya.

Terlepas dari prahara politik tersebut, Tim Liputan6.com menyampaikan rasa duka yang mendalam dan berbelasungkawa terhadap almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel