Jenazah Santri yang Tewas di Pesantren Gontor Diautopsi

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim forensik melakukan autopsi terhadap jenazah AM (17), santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo yang tewas diduga akibat tindak kekerasan. Autopsi menjadi salah satu proses yang dapat meningkatkan status hukum kasus ini.

Autopsi digelar tertutup di makam AM di TPI Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Kamis (7/9). Petugas mendirikan tenda di sekitar makam dan memasang garis polisi sebagai larangan masuk pihak yang tidak berkepentingan.

Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia mengungkapkan, autopsi dilakukan tim forensik gabungan dari Mabes Polri, Polda Jawa Timur, dan RS Bhayangkara Muhammad Hasan Palembang. Pihak yang diizinkan menyaksikan hanya keluarga, kuasa hukum, dan penyidik.

"Pagi ini kita lakukan autopsi terhadap jenazah korban. Mudah-mudahan hasilnya siang ini sudah keluar, kami upayakan segera," ungkap Nikolas.

Dua Terduga Pelaku Diperiksa

Menurut dia, autopsi sangat penting untuk memperkuat dugaan adanya tindak pidana kekerasan yang dialami korban. Jika hasilnya positif, penyidik akan menaikkan status hukumnya menjadi penyidikan.

"Bisa saja ada penetapan tersangka setelah hasil autopsi diketahui," ujarnya.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya memeriksa dua orang yang diduga pelaku kekerasan. Status keduanya masih saksi seraya menunggu kelengkapan barang bukti. "Sejauh ini ada dua terduga pelaku, mereka sudah kami periksa," kata dia. [yan]