Jenderal Andika Terima Kunjungan Panglima Militer AS: Ini Pertama Dalam 14 Tahun

Merdeka.com - Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menerima kunjungan Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat atau Panglima Angkatan Bersenjata, Jenderal Mark A Milley di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/7).

Kunjungan Mark A Milley merupakan yang pertama dalam 14 tahun terakhir. Kunjungan ini dalam rangka memperkuat kerja sama dengan TNI.

"Kedatangan ini setelah 14 tahun tidak melaksanakan kunjungan kerja ke Indonesia," kata Andika dalam sambutannya.

Andika menilai kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat ini telah menggambarkan militer Indonesia menjadi salah satu yang diprioritaskan.

"Ini menunjukkan, menurut saya perhatian kita termasuk dalam institusi militer yang menurut kacamata beliau adalah juga prioritas. Jadi itu sesuatu yang bagi saya juga cukup berharga," ucapnya.

Keliling Mabes TNI

Kunjungan diawali dengan upacara kehormatan di lapangan Plaza Mabes TNI dengan peserta upacara terdiri dari pasukan Kostrad berjumlah 94 orang. Kemudian pasukan Korps Marinir TNI AL berjumlah 94 orang, dan dari Kopasgat TNI AU sebanyak 94 orang.

Usai pelaksanaan upacara, Andika mengajak Milley keliling Mabes TNI, Mabes TNI AL, dan Mabes TNI AU dengan menggunakan kendaraan golf car. Sementara itu, Milley menyebut Indonesia adalah negara penting bagi AS, Asia Tenggara, Asia, dan seluruh dunia.

"Doktrin pertahanan pasific yang tahun ini digelar di Australia, dan saya merasa perlu untuk mengunjungi Jakarta untuk bertemu Jenderal Andika dan mengunjungi Indonesia untuk beberapa waktu. Indonesia adalah negara penting bagi AS, penting bagi Asia Tenggara dan penting bagi Asia dan negara penting bagi seluruh dunia," beber Milley.

Bahkan, dia menyebut pentingnya wilayah Indonesia bisa terlihat dari dua pertiga perdagangan internasional melewati wilayah pasifik dan sebagian besar datang lewat jalur laut di Indonesia. Dia berharap, US Army dan TNI dapat bahu-membahu dengan tujuan yang sama yaitu kebebasan.

"Salah satu kepentingan AS sebagai kekuatan di Pasifik adalah kami yakin kebebasan di Pasifik dan kami yakin itu juga kepentingan Indonesia," ungkap dia. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel