Jenderal Bagheri: Rudal Canggih Kami Akan Hancurkan Israel dan Amerika

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Hubungan Iran dan Israel kembali memanas, pasca kematian misterius ilmuwan nuklir sekaligus perwira tinggi Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadi Jenderal Mohsen Fakhrizadeh.

VIVA Militer melaporkan dalam berita sebelumnya, Angkatan Bersenjata Israel telah mengirim unit pasukan khusus Shayetet 13 ke wilayah Laut Merah untuk merespons ancaman Iran. Tak hanya itu, militer Israel juga mengirim armada kapal selamnya untuk mengantisipasi aksi yang dilakukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Panglima Garda Revolusi Islam Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami, menegaskan bahwa pihaknya sudah siap untuk masuk dalam pertempuran menghadapi Israel. Salami mengibaratkan bahwa Iran adalah jari telunjuk yang sudah berada di pelatuh pistol, dan sewaktu-waktu bisa menekannya.

Ancaman Iran bukan tanpa alasan. Iran meyakini bahwa Israel adalah dalang dari pembunuhan ilmuwan nuklir yang juga merupakan perwira tinggi IRGC, Brigadir Jenderal Mohsen Fakhrizadeh.

"Jari kami berada di atas pelatuk atas nama bangsa Iran yang bersar. Permainan perang Angkatan Bersenjata baru-baru ini membawa pesan eksplisit kepada musuh, untuk menghindari kesalahan perhitungan," ujar Salami dikutip VIVA Militer dari Fars News Agency.

Sementara itu, Panglima Angkatan Bersenjata Iran (Artesh), Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, juga memberikan pernyataan senada dengan Salami.

Bagheri meyakinikan kepada Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS), seluruh senjata mutakhir Iran dalam kondisi siaga untuk menghadapi ancaman yang datang. Dengan tegas Bagheri menyebut, Israel dan AS akan dihancurkan oleh rudal-rudal Iran.

"Jika musuh Republik Islam Iran memiliki niat jahat terhadap kepentingan nasional, jalur perdagangan maritim dan tanah, serta wilayah Republik Islam Iran, merka akan dihancurkan oleh rudal canggih negara itu," kata Bagheri.