Jenderal Bintang 3 TNI Asli Papua: Jadi Tentara Jangan Takut Mati!

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Sebagai seorang Perwira Tinggi (Pati) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Letjen TNI Ali Hamda Bogra adalah salah satu putra terbaik yang lahir dari tanah Papua. Jelang masa purna tugas, jenderal bintang tiga TNI Angkatan Darat ini menyampaikan pesan mendalam bagi para calon prajurit dari Papua.

Dikutip VIVA Militer dari akun Youtube resmi TNI Angkatan Darat, Ali adalah pencetus gagasan merekrut para pemuda Papua untuk mengikuti menjadi prajurit TNI lewat jalur Otonomi Khusus (Otsus). Para pemuda ini direkrut langsung dari Papua, untuk menempuh pendidikan militer di Sekolah Calon Bintara (Secaba) dan Pusat Pendidikan Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Pusdik Kowad).

Program ini dijalankan Ali saat ia berpangkat jenderal bintang dua, atau Mayor Jenderal (Mayjen) TNI, dengan jabatan sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari. Mimpi Ali akhirnya tercapai, 1.000 putra putri Papua bisa mengikuti pendidikan di Secaba dan Pusdik Kowad.

Saat menjabat sebagai Koorsahli Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Koorsahli Kasad), Ali sempat meninjau langsung pendidikan para calon prajurit Otsus di Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) IV/Diponegoro.

Dalam kesempatan itu, Ali pun bisa bertatap muka langsung dengan para putra Papua yang menjadi calon prajurit TNI. Sebagai sesama putra Papua, Ali ternyata mendapat julukan "Kakak Besar" dari para siswa Secaba. Pada momentum itu juga, Ali memberikan motivasi kepada para pemuda Papua tentang bagaimana menjadi seorang prajurit TNI.

"Di mana saja kalian ditugaskan kalian harus siap, itu lah tentara saya bilang. Tentara disiapkan untuk perang, itu tugas pokok kita saya bilang, harus semangat, tidak usah takut mati. Yang penting tugas semangat jaga keutuhan NKRI dari Sabang sampai Merauke," ujar Ali.

"Mudah-mudahan mereka semangat tulus dan mudah-mudahan mereka bisa kita manfaatkan secara maksimal untuk kepentingan TNI Angkatan Darat," katanya.

Ali mengakui, mimpinya untuk bisa membangun masyarakat Papua sudah ada sejak masih berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) TNI. Saat itu, Ali sempat menjabat sebagai Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cenderawasih.

Pada akhirnya, kesempatan mewujudkan mimpi datang setelah ia ditunjuk menjadi Pangdam XVII/Kasuari pada 30 April 2020.

"Alhamdulillah, impian dan cita-cita saya terkabul. Saya dikasih jabatan oleh bapak Kasad, Jenderal TNI Andika Perkasa, untuk menjadi Pangdam di wilayah Papua Barat, Kodam XVIII/Kasuari. Maka, niat atau cita-cita saya waktu masih Letan Kolonel di Jayapura, akhirnya saya bisa mewujudkan," ujar Ali melanjutkan.

Singkat cerita, Ali langsung menanyakan kepada staf Kantor Otonomi Khusus (Otsus) terkait gagasannya. Ternyata, Kantor Otsus menerima ide Ali dengan menyatakan siap untuk menggunakan dananya merekrut pemuda Papua menempuh pendidikan militer.

Ali pun langsung berkomunikasi langsung dengan Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan, untuk berkoordinasi sebelum menjalankan program tersebut.

"Terlebih dahulu saya berkomunikasi dengan orang Otonomi Khusus dari Kantor Otsus. Saya bertanya kepada kawan-kawan di sana, 'Pak kira-kira kalau kita merekrut adik-adik kita, saudara-saudara kita, untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Darat, menggunakan dana Otonomi Khusus ada enggak?" kata Ali lagi.

"Ada pak, bisa, boleh, katanya. Ya sudah lah kalau boleh kita komunikasikan lebih lanjut lagi pak, saya bilang. Nanti saya lapor ke pak Gubernur. Yang penting kalau bapak bilang dananya siap, ya saya lapor ke pak Gubernur. Nah ternyata mereka bilang siap. Oke lah, kalau begitu saya komunikasi dengan pak Gubernur," ujarnya.

Namun demikian, pada akhirnya program prajurit Otonomi Khusus ini kemudian diteruskan oleh Pangdam XVII/Kasuari setelah Ali, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa. Pasalnya, Ali kemudian mendapatkan promosi kenaikan pangkat menjadi Letnan Jenderal (Letjen) TNI, dan tugas baru sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasad.