Jenderal Bintang 4 Mantan Kasad Tidak Mau Disebut Pahlawan

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sosoknya memang dikenal sangat dekat dengan prajurit. Dikenal rendah hati dan dekat dengan anak buah, Jenderal TNI (Purn.) Mulyono tidak pernah ingin disebut sebagai pahlawan. Baginya, pahlawan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) adalah prajurit yang tengah berada di medan operasi dan bertugas membawa nama besar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jebolan Akademi Militer (Akmil) 1983 ini punya catatan mengkilap saat masih aktif berdinas. Setelah menjadi Asistem Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops) Kasad pada 2013, Mulyono diangkat menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jayakarta/Jaya setahun berikutnya.

Di tahun yang sama, Mulyono mendapat kenaikan pangkat menjadi Letnan Jenderal (Letjen) TNI. Pria kelahiran Boyolali, 12 Januari 1961 ini juga mendapat tugas barussebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Puncak karier Mulyono adalah saat menduduki posisi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) pada 2015, dengan pangkat Jenderal TNI, hingga pensiun pada 2018.

Mulyono pernah membuat viral. Dalam video perpisahannya pasca purna tugas sebagai Kasad, air mata Mulyono mengalir deras dari kedua matanya. Mulyono tak bisa mengindari kesedihan dan rasa haru karena rasa cintanya kepada TNI Angkatan Darat.

Buat Mulyono, prajurit dengan pangkat terendah adalah rekan yang memiliki tugas dan kewajiban yang sama dengannya. Mulyono juga ingin setiap anak buahnya tidak merasa ketakutan saat ia datang berkunjung. Sebab bagi Mulyono, kesuksesan seorang pemimpin sangat bergantung dari anak-anak buahnya.

"Saya adalah rekan kamu, saya adalah rekan kalian. Jadi enggak usah takut-takut. Kamu jangan lihat pangkat saya, kita saa-sama punya tugas untuk membesarkan TNI Angkatan Darat. Kekuatan seorang pemimpin, ada dalam diri prajurit-prajuritnya. Saya tidak punya arti apa-apa tanpa mereka semua," kata Mulyono.

Tak hanya itu, Mulyono yang memiliki karier mengkilap semasa aktif berdinas bersama TNI Angkatan Darat merasa tidak layak mendapat perlakukan bak pahlawan.

Baginya, gelar pahlawan lebih layak disematkan untuk anak-anak buahnya yang rela mempertaruhkan nyawa di medan operasi. Buatnya juga, seorang pahlawan TNI Angkatan Darat adalah mereka yang bertugas membawa nama besar bangsa Indonesia. Ditegaskan Mulyono, ia hanya seorang pelayan bagi para anak buahnya.

"Pahlawan-pahlawan (TNI) Angkatan Darat itu bukan saya. Pahlawan-pahlawan Angkatan Darat adalah prajurit-prajurt di lapangan itu. Tamtama saya yang tugas operasi, yang melakukan tugas yang membawa nama besar negara, itulah pahlawan-pahlawannya Angkatan Darat. Saya adalah pelayan mereka," ujar Mulyono.

Setelah mengakhiri jabatannya sebagai Kasad pada 2018, Mulyono menjadi Perwira Tinggi (Pati) Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) sebelum akhirnya pensiun pada 2019.