Jenderal Bintang Empat Dengan Gaya Hidup Bintang Lima

Oleh Claudine Zap | The Lookout

Skandal yang memaksa Jenderal David Petraeus mundur dari jabatannya sebagai kepala CIA telah memicu pengawasan terhadap gaya hidupnya yang mewah.

Sebuah cerita di The Washington Post menyoroti perlakuan bintang lima yang diterima para jenderal bintang empat:

Para komandan yang memimpin misi militer dan mereka yang mengawasi pasukan di seluruh dunia menikmati berbagai kemewahan bagai miliarder, termasuk jet eksekutif, rumah megah, sopir, penjaga keamanan dan ajudan untuk membawakan tas mereka, menyetrika seragam dan mencatat jadwal mereka setiap 10 menit. Makanan mereka disiapkan oleh koki kelas atas. Jika mereka ingin musik dengan jamuan makan malam mereka, staf mereka dapat memanggil kuartet string atau paduan suara.

Artikel tersebut menggambarkan keistimewaan yang dinikmati oleh petinggi militer yang lebih mewah dari yang dinikmati oleh orang lain dalam pemerintahan, kecuali presiden.

Fasilitas kantor belum pernah mendapatkan banyak perhatian atau fokus, karena para jenderal papan atas telah dihormati untuk berperang demi negara. Namun skandal tersebut telah mengubah cara Petraeus dipandang.

Mantan menteri pertahanan Robert Gates mengatakan, fasilitas kantor seperti itu merupakan salah satu penjelasan atas pengaruh hal tersebut terhadap penilaian dari sang jenderal. Dia mengatakan kepada The Washington Post, "Ada sebuah perasaan tentang hak dan rasa memiliki kekuatan besar yang mengacaukan penilaian seseorang."

Thomas E. Ricks, penulis “The Generals”, setuju, mengatakan pada The Washington Post, "Menjadi seorang komandan bintang empat dengan latar medan tempur bagaikan kombinasi dari Bill Gates dan Jay-Z — dengan persenjataan kelas berat."

Sebagian orang berpendapat, tunjangan tersebut menjadi kompensasi bagi stres dengan pekerjaan mengawasi perang selama bertahun-tahun, bekerja 18 jam sehari, mengelola anggaran yang besar, dan akhirnya bertanggungjawab untuk kehidupan ribuan pria dan wanita di bawah komando mereka, dengan gaji yang relatif kecil jika dibandingkan dengan CEO perusahaan multinasional.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.