Jenderal Dudung Banjir Karangan Bunga, FPI: Modus Sejak Zaman Ahok

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ratusan karangan bunga membanjiri Markas Kodam Jaya di Jalan Letjen Soetoyo, Jakarta Timur. Ratusan karangan bunga itu sebagai apresiasi dan dukungan terhadap Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrahman terkait penertiban baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menyebut karangan bunga itu sebagai modus. Bahkan, ia bilang modus itu ada saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta.

Menurut dia, karangan bunga yang ditujukan untuk Mayjen Dudung itu ada yang memesan mencatut pihak lain.

"Modus lama sejak zaman Ahok dulu itu. Ada yang pesan dan mengatasnamakan. Sudah ada yang protes itu dicatut namanya," kata Munarman kepada VIVA, Rabu, 25 November 2020.

Baca juga: PB AMAN Bantah Kirim Karangan Bunga untuk Pangdam Jaya

Menurut dia, karangan bunga itu sebagai kelucuan yang diulang-ulang. Ia bahkan menyebut ada provokator yang sengaja ingin mengadu domba.

"Terlihat bahwa ada provokator pemecah belah dan tukang adu domba di balik rekayasa lucu-lucu tersebut," tutur Munarman.

Baca juga: Konvoi Koopsus TNI ke Markas FPI, Bang Yos: Kita Belum Segenting Itu

Dia menekankan dengan karangan bunga itu akan memunculkan permainan opini yang punya modus memecah belah.

"Pola-pola permainan opini untuk cipta kondisi seperti itu sudah dipahami rakyat sebagai modus pecah belah dan adu domba," ujar Munarman.

Terkait Ahok, karangan bunga beberapa kali membanjiri Balai Kota DKI. Salah satunya usai perhelatan Pilkada DKI 2017.

Kekalahan Ahok-Djarot Syaiful Hidayat memunculkan simpati sehingga banyak kiriman bunga ke Balai Kota DKI yang dimulai pada April 2017. Bahkan, saat itu karangan bunga untuk Ahok-Djarot yang jumlahnya seribu lebih itu meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Sebelumnya, ada pemandangan berbeda di Markas Kodam Jaya, Jalan Letjen Soetoyo, Cawang, Jakarta Timur. Ratusan karangan bunga dikirim sejak Senin, 23 November 2020 yang membuat pagar Kodam Jaya berjejer panjang karangan bunga.

Pangdam Jaya Mayjen Dudung mengatakan ratusan karangan bunga ini sebenarnya juga untuk Polri. Sebab, kata dia, Polri bersama TNI yang sudah bersama-sama memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Polisi dengan TNI sudah lakukan bersama-sama harapan dari masyarakat yang selama ini mungkin resah. Kami minta dukungan melaksanakan tugas dengan Kapolda di Jakarta untuk memberikan rasa aman pada masyarakat," kata Dudung, Senin, 23 November 2020.

Pun, ratusan karangan bunga ini muncul usai penurunan baliho Habib Rizieq secara masif oleh prajurit TNI di berbagai titik lokasi di Jakarta. (ase)