Jenderal Gatot Bikin Danjen Kopassus Stress

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Masih seputar kiprah Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo saat masih aktif berdinas. Saat menjabat sebagai Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (KASAD), Gatot pernah ikut pelantikan untuk menjadi anggota pasukan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Menurut pengamatan VIVA Militer dari wawancara Gatot di acara E-Talkshow tvOne, pria kelahiran Tegal, 13 Maret 1960, Gatot memutuskan untuk ikut pendidikan untuk menjadi Kopassus saat usianya sudah menginjak 55 tahun. Keberanian Gatot untuk ambil bagian dalam pendidikan Kopassus yang begitu berat, ternyata tak lepas dari janji kepada mendiang Ibunda.

Gatot mengisahkan, saat ia meminta izin untuk masuk ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI, atau yang saat ini bernama Akademi Militer (Akmil), sang bunda menyampaikan pesan yang dianggapnya sebagai perintah.

Pria yang juga pernah menduduki posisi Panglima Tentara Nasional Indonesia (Panglima TNI), menerjemahkan pesan sang ibu adalah instruksi yang harus dilaksanakan. Oleh sebab itu, Gatot memiliki tekad yang sangat kuat untuk bisa menjadi bagian dari Korps Baret Merah TNI Angkatan Darat.

"Saya ada perintah yang harus saya lakukan. Jadi saat saya minta izin kepada ibu saya untuk masuk AKABRI, pesannya 'Le koe masuk AKABRI tapi nanti harus jadi RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat)'. Saya masuk AKABRI berusaha untuk masuk 10 besar. Karena lebih mudah untuk masuk RPKAD waktu itu, jika masuk 10 besar," ujar Gatot.

Sayangnya, keinginan Gatot untuk bisa menjadi anggota Kopassus justru menemukan berbagai kendala. Dikatakannya, hingga ia berpangkat Kapten TNI, janji kepada sang ibu masih belum bisa dilaksanakan. Padahal di saat itu juga Gatot harus kehilangan ibundanya, yang meninggal dunia.

"Saya sudah daftar, tapi kok enggak dipanggil. Sampe (pangkat) Kapten saya mendaftar, kemudian saya terus berusaha. Saya pikir saya punya wasiat dari ibu saya. Karena pada saat saya (berpangkat) Kapten ibu saya meninggal, itu semakin menguatkan saya," katanya

Pada akhirnya, Gatot pun mengambil kesempatan untuk bisa mengikuti pendidikan anggota Kopassus saat ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Meskipun sudah bintang empat dan jadi orang nomor satu di TNI Angkatan Darat, Gatot ingin dilantik menjadi anggota Kopassus sama dengan prajurit lainnya.

Menurutnya, keinginannya untuk melaksankan pendidikan bersama prajurit lain yang pangkatnya berada jauh di bawah Gatot membuat Komandan Jenderal Kopassus saat itu, Mayjen TNI Agus Sutomo, pusing tujuh keliling. Akan tetapi, Gatot berhasil menenangkan semua pihak hingga akhirnya lulus pendidikan Kopassus dan dilantik pada 2 September 2014.

"Pada saat itu Danjen Kopassus semuanya stress. Karena pada saat saya sampe di sana di-briefing bahwa besok akan penyeberangan dari renang dengan bawa ransel dan sepatu lengkap dari Cilacap ke Nusakambangan, saya mengatakan 'Saya besok harus berangkat, tidak bisa. Paling lambat jam 10 harus terbang'," ucap Gatot.