Jenderal Gatot: Prajurit TNI Adalah Kumpulan Orang-orang Gila

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Nama mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, tengah menjadi perbincangan. Ya, pria kelahiran Tegal, 13 Maret 1960, akan menerima Bintang Mahaputra, penghargaan sipil tertinggi bagi Warga Negara Indonesia yang berjasa secara luar biasa pada bidang militer.

Sebagai seorang prajurit, Gatot tentunya memiliki nasionalisme yang sangat kuat. Bagaimana tidak, setiap prajurit TNI di seluruh tingkat wajib menjaga Sumpah Prajurit poin pertama, "Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Tak hanya itu, Gatot juga dipastikan akan sangat memegang teguh Sapta Marga, di mana poin kedua menyebut "Kami patriot Indonesia, pendukung serta pembela ideologi negara, yang bertanggung jawan dan tidak mengenal menyerah". Sementara di poin ketujuh Sapta Marga, menegaskan, "Kami parjurit Tentara Nasional Indonesia, setia dan menepati janji serta Sumpah Prajurit".

Banyak yang menilai jika Gatot memang layak mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra. Pasalnya, selama lebih dari 36 tahun berdinas bersama TNI Angkatan Darat, Gatot pernah menduduki sejumlah posisi penting.

Mulai dari Panglima Komando Daerah (Pangdam) V/Brawijaya, Panglima Komando Pembinaan Doktrin, Pendudukan dan Latihan TNI Angkatan Darat, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), hingga Panglima TNI.

Soal bagaimana kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Gatot pernah memberikan pernyataan yang justru terlihat tak serius tapi memiliki makna sangat mendalam. Dalam wawancara di acara E-Talkshow tvOne, Gatot pernah menyatakan jika prajurit TNI pada umumnya adalah sekumpulan orang gila.

"Ada satu yang dibicarakan yang cukup serius, yaitu ketika Danjen Kopassus menyampaikan ikrar prajurit Kopassus. Di sini kita senior-senior membicarakan akan terjadi erosi. Jadi prajurit-prajurit Kopassus, TNI pada umumnya, Kopassus khususnya, adalah kumpulan orang-orang yang gila. Gila sangat mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia,"

Menurut Gatot, hal itu dibicarakan bersama sejumlah perwira tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke-67, 24 April 2019.

Sepanjang karier militernya bersama TNI, Gatot pernah menerima sejumlah Tanda Jasa. Beberapa diantaranya adalah Bintang Kartika Eka Paksi Utama, Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Jalasena Utama, dan Bintang Dharma.