Jenderal Kopassus TNI Berdiri Tegak di Antara Kumandang Takbir

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Masih segar dalam ingatan bagaimana meletusnya Peristiwa demonstrasi massa yang menolak hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, 21-23 Mei 2019. Masih teringat pula bagaimana sosok seorang Purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat, ikut turun ke jalan dan dengan berani menenangkan massa di dalam sebuah masjid.

Ya, sosok itu adalah Letjen TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan anggota satuan elte Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang kenyang dengan pengalaman tempur.

Meski memiliki latar belakang sebagai prajurit tempur, Sjafrie justru mampu menarik perhatian massa. Jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), sekarang Akademi Militer (Akmil), tahun 1974 ini meyakinkan para demonstran untuk tetap tenang dan tidak berbuat anarkis.

Momen itu terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit, yang diunggah Sjafrie dalam akun Instagram pribadinya. Dalam video itu terlihat bagaimana Sjafri berbicara di depan sejumlah demonstran di salah satu masjid bersejarah di Jakarta. Masjid itu adalah Masjid Al-Makmur, yang sudah berusia 317 tahun.

Dengan tenang, Sjafrie menyatakan bahwa siapapun tidak boleh membuat onar di tempat ibadah. Tak hanya itu, Sjafrie juga meyakinkan para demonstran untuk tetap tenang di dalam masjid yang merupakan rumah Allah.

"Siapapun tidak boleh mengganggu tempat ibadah. Kemudian yang kedua, bapak-bapak, saudara-saudara semua, adek-adek tidak usah merasa takut. Ini adalah rumah Allah. Allah akan memberikan perlindungan dan pertolonganNya," ujar Sjafrie.

"Saya datang untuk menyampaikan semangat, tetap tenang, jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum," katanya.

Perlu diketahui, Sjafrie adalah salah satu Perwira Tinggi TNI Angkatan Darat yang pernah terjun di sejumlah operasi militer. Salah satunya, Operasi Seroja di Timor-Timur dengan jabatan sebagai Komandan Nanggala X pada 1976.

Tak hanya itu, rekan satu angkatan Letjen TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo ini juga pernah menduduki posisi sebagai Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta, Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, hingga Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Panglma TNI.

Di era kepepimpinan Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Sjafrie pernah dipercaya sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan). Saat ini, Sjafrie menjadi Penasihat Khusus Menteri Pertahanan RI, yang dijabat oleh Prabowo.