Jenderal Mujahidin, Satu-satunya Penjaga Nyawa SBY yang Bukan Kopassus

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Melaksanakan pengamanan fisik jarak dekat terhadap Presiden Republik Indonesia (RI) adalah tugas utama Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Oleh sebab itu, diperlukan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang andal untuk bisa melakukan tugas ini.

Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi Paspampres, sederet nama besar pernah menduduki posisi sebagai Komandan Grup (Dangrup) A Paspampres.

Sejak didirikan pada 1986 ada 11 Perwira Menengah (Pamen) TNI yang pernah menjabat Komandan Grup A Paspampres. Hampir seluruhnya, pentolan unsur pelaksana Paspampres ini berasal dari satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Tapi jangan salah, ada satu orang Pamen TNI yang pernah menjadi Komandan Grup A Paspampres yang bukan anggota Kopassus. Sosok Pamen TNI ini pernah bertugas untuk menjaga keselamatan Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ini, sang Pamen TNI penjaga nyawa Presiden SBY itu memang sudah pensiun. Namun, sejarah akan mencatatnya sebagai satu-satunya anggota Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara, yang pernah menduduki posisi sebagai Komandan Grup A Paspampres.

Ya, dia adalah Marsekal Muda (Marsda) TNI (Purn.) Mujahidin Harpin Ondeh. Jebolan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1981 ini ditunjuk menjadi Komandan Grup A Paspampres pada tahun 2001, saat masih berpangkat Kolonel Infanteri (Inf.) TNI.

Itu berarti, bukan hanya menjaga keselamatan Presiden SBY saja. Namun, Harpin juga sempat mengawal Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Harpin yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Grup B Paspampres, diangkat menjadi Komandan Grup A Paspampres menggantikan Kolonel Inf. Rasyid Qurnuen Aquary yang mendapat tugas baru sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri (Kasdivif) I/Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat).

Setelah purna tugas pada 2004, Harpin kemudian sempat menjabat sebagai Wakil Komandan Korps Paskhas periode 2006 hingga 2007. Kemudian, Harpin juga pernah menjadi orang nomor satu di Korps Baret Jingga.

Sebelum pensiun, Harpin dipercaya menjadi Komandan Korps Paskhas periode 2013 hingga 2014, menggantikan posisi Marsekal Muda (Marsda) Amarullah.