Jenderal Pemberani yang Bentrok Vs Jet Amerika Dimutasi Panglima TNI

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto baru saja melakukan perombakan jabatan besar-besaran di jajaran perwira tinggi (pati).

Salah satu perwira tinggi yang dimutasi ialah Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Fajar Adriyanto.

Dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/991/XI/2020 tanggal 18 November 2020, dilansir VIVA Militer Minggu 22 November 2020, disebutkan Marsma Fajar dimutasi untuk mengisi jabatan sebagai Kepala Pusat Pembinaan Potensi Dirgantara Angkatan Udara (Puspotdirga).

Marsma Fajar dimutasi ke jabatan itu untuk menggantikan Marsma TNI Basuki Rochmat dari yang dipindahtugaskan menjadi Kadiswatpersau.

Sementara posisi Kadispenau akan diisi oleh Kolonel Penerbang Indan Gilang Buldansyah, yang sebelumnya menjabat sebagai Paban IV/Renprogar Srenum TNI.

Perlu diketahui, Marsma Fajar dipromosikan menjabat Kadispenau pada 6 Mei 2019, menggantikan Marsekal Pertama TNI Novyan Samyoga. Sebelumnya Marsma Fajar menjabat sebagai Komandan Pangkalan Udara Manuhua.

Jenderal penyandang satu bintang emas kelahiran Bandung, Jawa Barat ini merupakan prajurit terbaik TNI AU yang pernah terlibat dalam peristiwa besar Tragadi Bawean. Dalam peristiwa itu, Marsma Fajar menjadi salah satu pilot Pesawat Tempur F-16 TNI, yang berduel dengan jet tempur F/A-18 Hornet milik Angkatan Udara Amerika pada 2003.

Kejadiannya, ketika itu jet tempur Amerika secara ilegal menerobos masuk ke wilayah langit teritorial Indonesia di sekitar Pulau Bewean. Atas perbuatan itu, TNI mengerahkan pesawat tempur F-16 dari Pangkalan Udara Madiun, dan salah satu pilotnya adalah Marsma Fajar.

Meski jet tempur yang dipilot Marsma Fajar tak secanggih pesawat tempur Amerika. Tapi, dengan berani Marsma Fajar mengusir jet tempur negeri Paman Sam. Insiden mengerikan sempat terjadi ketika pesawat tempur F-16 TNI dikunci beberapa kali oleh Hornet Amerika. Namun dengan keahlian bermanuver, F-16 bisa lolos dari kuncian itu.

Baca: Pangdam TNI Pemberantas Baliho Rizieq Shihab Ternyata Jago Tembak